Berita

foto: net

Politik

Ilmuwan Sosial Diajak Cari Solusi Rendahnya Partisipasi Politik

JUMAT, 25 MARET 2016 | 07:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para ilmuan sosial semestinya tidak puas hanya menelaah fenomena sosial seperti buruknya demokrasi dengan pendekatan simplistik. Ilmuan sosial wajib menyumbang solusi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa.

Hal itu dikemukakan dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sekaligus pemerhati sosial dan politik asal Sumut, Shohibul Anshor Siregar saat berbicara dalam diskusi hasil survei "Analisis Kausalitas Tingkat Partisipasi Politik pada Pilkada Medan 2015" yang diselenggarakan oleh RE Foundation di Medan, Sumut, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, survei itu penting, namun hasilnya harus didudukkan sebagai clue belaka untuk pendalaman masalah-masalah di bawah fenomena yang maujud.


Jelas dia survei lazimnya tak pernah mampu menukik apa yang ada di bawah permukaan, meski pun dalam demokrasi transaksional Indonesia dianggap sangat penting terutama karena keterkaitannya dengan political marketing yang dibutuhkan oleh banyak kandidat.

"Betul bahwa industri survei begitu marak dan menghasilkan uang yang begitu besar. Tetapi ilmuan sosial tidak boleh mati kutu dalam demand dangkal itu," ujar Shohibul.

Menyinggung partisipasi pemilih yang demikian rendah di Kota Medan (26 persen), Shohibul menegaskan adanya enam faktor penyebab. Yaitu makro politik, mikro politik, perlakuan negara terhadap Golkar dan PPP, teknis kepemiluan, money politics dan faktor pasangan calon. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya