Berita

joko widodo/net

Putusan Jokowi Soal Masela Sejalan Dengan Visi IMM Luruskan Kiblat Bangsa

JUMAT, 25 MARET 2016 | 06:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Keputusan Presiden Joko Widodo terkait pengembangan Blok Masela akan dilakukan dengan kilang di darat alias onshore, mendapat dukungan dari kalangan mahasiswa.

"Kami mengapresiasi keberanian Presiden soal Masela, dan memang harus begitu. Presiden harus selalu berani dalam mengambil keputusan apalagi ini menyangkut kedaulatan Indonesia," kata Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Riset dan Keilmuan, Dedi Irawan, Jumat (25/4).

Jelas Dedi, ada beberapa hal yang perlu diapresiasi dari keputusan soal Blok Masela. Ini harus dijadikan sebagai pedoman ke depan.


Pertama, Jokowi mendengarkan aspirasi masyarakat Indonesia dan Maluku khususnya, sebagai wilayah yang memiliki sumber daya tersebut.

Kedua, keputusan Jokowi sebagai tanda bahwa negara ini sudah kembali menghargai ahli-ahli dalam negeri, percaya dengan SDM anak bangsa, karena keputusan didasarkan pada hasil kajian Kemenko Maritim dan Sumber Daya bersama tim ahli ITB.

Ketiga, intervensi korporat asing dengan modal dan monopoli teknologi canggihnya tidak berlaku lagi di Indonesia, karena Pemerintah lebih mengutamakan kepentingan nasional.

"Ini menjadi momentum dalam pengelolaan kekayaan sumber daya alam," ujar Dedi, yang juga mahasiswa Magister Kelautan UI.

Ke depan, lanjut Dedi, bahwa korporasi asing dan siapapun yang ingin mencari keuntungan di Indonesia harus mengikuti aturan main yang ada, yang didasarkan pada kepentingan nasional.

"Ini sejalan dengan visi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk meluruskan kiblat bangsa terkait soal sumber daya alam. Akhirnya Presiden mendengarkan seruan IMM," ungkapnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya