Berita

margarito kamis/net

Mudah-mudahan Seskab Bukan Mendelegitimasi Kewenangan Mendes

KAMIS, 24 MARET 2016 | 12:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dinilai telah menyalahi aturan ketatanegaraan. Seskab tidak mempunyai fungsi untuk menyelesaikan masalah yang ada di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Demikian disampaikan pakar hukum tata negara, Margarito Kamis menanggapi langkah Seskab yang menerima pendemo diri Aliansi Pendamping Dana Desa masuk gedung Istana Jakarta, Rabu kemarin (24/3). Mereka unjuk rasa di depan Istana terkait rekrutmen pendamping dana desa yang dinilai tidak transparan.

"Itu politik, itu bukan ketatanegaraan. Apalagi yang didemo adalah Mendes (Marwan Jafar), tapi yang menerima Seskab. Harusnya yang menyelesaikan ya Mendes," kata Margarito kepada wartawan, kamis (24/3).


Jelas Margarito, fungsi Seskab harusnya tidak sampai ke situ. Dari sisi politik pun apa yang dilakukan Seskab dengan membuka pintu Istana dan menerima para demonstran itu juga tidak elok dilakukan.

"Sangat tidak elok. Mudah-mudahan Mendes tidak melihat apa yang dilakukan Pramono sebagai Seskab adalah bentuk gerakan untuk mendelegitimasi kewenangan Mendes," tandasnya.

Sebelumnya, Margarito juga mengkritik Seminar Nasional "Evaluasi Pelaksanaan Program Dana Desa" yang diselenggarakan Setkab di Bandung pada 17-18 Maret. Menurut Margarito, acara yang diselenggarakan oleh Paramono Anung tersebut jelas tidak sesuai dengan tupoksinya sebagai Seskab.

Margarito juga menilai kementerian yang mempunyai wewenang dan berhak membuat kebijakan terkait persoalan desa hanyalah Kemendes PDTT. Ia menduga ada kepentingan tertentu dari Seskab yang menyelenggarakan seminar yang bertujuan untuk mengevaluasi dana desa.

"Jangan-jangan Seskab ini ingin menggeser kewenangan menteri desa. Seskab nggak usah ngurus kerjaan orang lain, urus aja kerjaannya sendiri," tukas Margarito. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya