Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Mbak Rachma: Negara Dalam Darurat, Apa Yang Diharapkan Dari "Politikus Salon"?

SELASA, 22 MARET 2016 | 12:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketika rezim Soeharto berkuasa, banyak kritik yang diajukan terkait politik salon alias politik citra ABS (asal bapak senang).

Di era reformasi sekarang, istilah itu bukannya hilang, malah bertambah. Yaitu, politik salon ABS-AIS (asal bapak senang dan asal ibu senang).

"Sekarang pada rezim Jokowi, ternyata para politikus salon ABS-AIS tetap menjadi karakter parpol, dan visi-misi anggota dewan yang jauh panggang dari pada api," kata tokoh nasional, Rachmawati Soekarnoputri, Selasa (22/3).


Jelas Mbak Rachma, sapaan akrabnya, tidak jelas apa yang diperjuangkan mereka kecuali pesanan kehendak dari bos partainya, yang menjadi komprador elite kekuasaan.

Ia pun mempertanyakan apa sikap DPR terkait beberapa persoalan yang mendapat perhatian publik belakangan ini. Seperti, soal utang luar negeri yang sudah mencapai Rp 4000 triliun; mega korupsi BLBI Rp 700 triliun yang menyengsarakan rakyat seumur hidup; dan dekadensi moral.

Mbak Rachma pun menambahkan, ciri-ciri politikus salon itu adalah; tidak punya sense of crisis; hanya bicara permukaan bukan substansi masala; dan pameo 4D (datang, duduk, diam dan duit).

"Negara dalam darurat. Jadi apa yang diharapkan dari politikus salon untuk rakyat, bangsa dan negara?" tukas Mbak Rachma, yang juga Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya