hm prasetyo/net
hm prasetyo/net
"Deponering oleh Jaksa Agung merupakan langkah tepat karena merujuk pada kejanggalan proses pada kasus BW dan AS yang kental dengan rekayasa dan sangat dipaksakan. Selain itu, terdapat kepentingan umum masyarakat bahwa kriminalisasi tersebut dapat melemahkan gerakan anti korupsi di Indonesia," kata peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Miko Ginting, beberapa saat lalu (Senin, 20/3).
Miko memandang, penggunaan kewenangan deponering ini semakin mengukuhkan peran Jaksa Agung sebagai dominus litis atau pengendali perkara dalam sistem peradilan pidana. Menurutnya, penuntut umum sebagai pengendali perkara bukan merupakan yang aneh di berbagai negara bahkan merupakan keharusan.
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Jumat, 17 April 2026 | 14:16
Jumat, 17 April 2026 | 14:15
Jumat, 17 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 14:05
Jumat, 17 April 2026 | 14:01
Jumat, 17 April 2026 | 13:50
Jumat, 17 April 2026 | 13:41
Jumat, 17 April 2026 | 13:39
Jumat, 17 April 2026 | 13:31
Jumat, 17 April 2026 | 13:22