Berita

Kesetaraan Yang Baik Sama Dengan Ekonomi Lebih Baik

JUMAT, 18 MARET 2016 | 08:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Usaha kecil dan menengah yang dimiliki atau dikelola oleh wanita telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi keluarga, masyarakat dan ekonomi, serta memiliki dampak yang luar biasa pada pengurangan kemiskinan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo pada panel diskusi "Peranan Perempuan Dalam Usaha Kecil dan Menengah" pada Sidang Komisi Status Perempuan ke-60 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (16/4).

Giwo menjelaskan, pelaku UKM di Indonesia telah memberikan kontribusi lebih dari setengah produk domestik bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 90 persen dari angkatan kerja. Pelaku UMKM wanita adalah sekitar 60 persen, dan terus meningkat 8 persen per tahun. Ini berarti, pertumbuhan ekonomi akan secara signifikan berdampak di masa depan dengan kemampuan perempuan yang dimiliki perusahaan untuk tumbuh dan berkembang.


"Meskipun jumlah UKM yang dimiliki wanita berkembang, tapi masih ada tantangan dalam membangun, memperluas potensi wanita. Disinilah misi Kowani yaitu untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan tersebut dan menjembatani  untuk menjadi tumbuh lebih baik dan untuk menemukan solusi," ujar Giwo.

Menurutnya, begitu banyak hal yang dihadapi di negara berkembang seperti Indonesia. Misalnya, tekanan ekonomi, kebijakan pemerintah, latar belakang budaya sosiokultural dan kondisi dalam negeri. Dan ketidaksetaraan jender membuat mereka semua lebih buruk terutama memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Kowani membuat salah satu cara solusinya, yaitu melalui pelatiha Achievement Motivation Training (AMT). Karena masih banyak perempuan yang memiliki kekurangan kepercayaan diri terutama di daerah terpencil. Budaya tradisional dan keyakinan membuat wanita hanya tinggal di rumah, sebagai istri, ibu, dan pengurus rumah tangga.

"Misi Kowani adalah untuk membantu mereka meningkatkan, mengembangkan pengetahuan mereka untuk menjadi wanita bisnis yang kuat, pengusaha yang baik untuk dapat memberikan kontribusi terhadap keluarga dan komunitas mereka yaitu dengan memperbaiki kondisi perempuan dari tidak memiliki bisnis untuk menjadi pengusaha, membentuk wanita bisnis profesional menjadi pebisnis profesional dengan pengetahuan dan dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah," papar Giwo.

Ia menambahkan, kurangnya kesempatan pendidikan dan pelatihan, khususnya di daerah pedesaan adalah tantangan besar lainnya. Pentingnya pendidikan dan pengembangan keterampilan dalam menghasilkan lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pengusaha sukses tidak dapat diremehkan.

"Salah satu peran utama Kowani adalah untuk membuat koneksi dan mengembangkan hubungan kolaboratif, baik di sektor publik dan swasta, dalam rangka memberikan pelatihan, serta memfasilitasi forum diskusi dengan organisasi dan komunitas pada topik seperti kewirausahaan dan manajemen bisnis," ungkapnya.

Terakhir, Giwo menjelaskan Kowani akan tetap terus meningkatkan kesetaraan dalam semua aspek kehidupan, karena jika diungkapkan lebih sederhana bahwa kesetaraan yang baik sama dengan ekonomi lebih baik. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya