Berita

Disayangkan, Tempo Jadikan Rizal Ramli Sebagai Target Operasi

KAMIS, 17 MARET 2016 | 11:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro-Demokrasi (ProDem), Satyo Purwanto mengaku sangat menyayangkan dengan pemberitaan Tempo belakangan ini. Menurutnya, Tempo saat ini sudah menjadi propaganda hitam bagi kaum neoliberal.

"Sangat ironis dan menyedihkan membaca Tempo saat ini. Majalah, koran ataupun online Tempo yang beberapa waktu yang lalu begitu membanggakan, inspiratif, mencerahkan, dan edukatif, tapi kini tak lebih menjadi selebaran untuk propaganda hitam bagi kaum neoliberal," kata Satyo, Kamis (17/3).

Jelas dia, melalui pemberitaan yang sangat subyektif dan manipulatif dikarenakan tidak berdasarkan fakta dan data yang bersifat komparatif cenderung berisi hasutan untuk menyesatkan pikiran masyarakat lewat pembunuhan karakter terhadap beberapa tokoh yang berintegritas, kompeten,memiliki kapasitas seperti Rizal Ramli. Menko Maritim dan Sumber Daya itu menjadi target operasi karena berseberangan dengan kaum neoliberal.


"Sangat disayangkan, mengingat sejarah panjang Tempo dalam menemani dan memberi kontribusi besar bagi bangsa ini dalam membangun pilar-pilar demokrasi yang terkoyak dan rusak oleh rezim otoritarian Orde Baru. Menjadi pertanyaan besar, mengapa di saat situasi kehidupan berbangsa dan negara kita saat ini sudah jauh lebih baik justru pihak Tempo menjadi ahistoris dan sangat kontraproduktif dan tidak ada bedanya dengan selebaran propaganda ketimbang menjalankan peran mengedukasi masyarakat yang berbasis fakta dan data yang komparatif, obyektif dan kuat sekali etika jurnalistiknya," papar Satyo.

Tempo telah melakukan penzaliman terhadap Rizal Ramli. Satyo mencontohkan soal dwelling time di Pelabulan Tanjung Priok didramatisasi sedemikian rupa, seolah-olah Presiden Jokowi marah. Dan semua berita yang dikemas selalu memutar balikkan fakta dan data sehingga terasa betul operasi "gaduh" Tempo untuk menyingkirkan Rizal Ramli dari kabinet.

"Cara-cara seperti ini tidak mungkin dilakukan oleh insan media sekelas Tempo. Saya menduga ini adalah syahwat orang per orang mungkin saja oknum dari pimpinan Tempo yang memiliki halusinasi brutal dan memaksakan cara-cara zalim kepada Rizal Ramli," ungkapnya.

Satyo menambahkan, Tempo dengan pemberitaan yang terkait Rizal Ramli sangat timpang dan tidak adil, mungkin mereka lupa bahwa kebebasan media massa hari ini adalah anugerah luar biasa yang justru disalah gunakan dengan memposisikan diri sebagai alat propaganda kepentingan neoliberal kapitalis asing dan para pemburu rente.

"Tapi masyarakat luas kini sangat paham, bahwa Tempo telah menjadi corong propaganda dari agenda busuk para kaum pembajak Trisakti. Dan Tempo telah berpihak kepada mereka yaitu para kaum neoliberal ketimbang berpihak pada konstitusi negara dan bangsa Indonesia," tukasnya. Pernyataan ini juga telah dimuat oleh Satyo Purwanto di kompasiana.com. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya