Berita

AAGN Puspayoga

AAGN Puspayoga: Indonesia Membutuhkan Pengusaha Berbasis Teknologi

SELASA, 08 MARET 2016 | 21:12 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga mengakui jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga pemerintah harus mencetak bibit-bibit pengusaha unggul.

Namun menurutnya, untuk menyelesaikan permasalahan di Indonesia bukan hanya dibutuhkan pengusaha biasa tapi pengusaha berbasis teknologi yang usahanya mempunyai dampak sosial.

"Harapan saya kita bisa cetak Wirausaha yang punya misi sosial yang saya sebut sosial technopreneur. Maksudnya wirausaha-wirausaha yang mampu menyelesaikan permasalahan sosial dengan cara bisnis berbasis IT dan teknologi," katanya dalam acara Gerakan Kewirausahaan Nasional 2016 di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Selasa (8/3).


Puspayoga mencontohkan, setiap tahunnya masyarakat selalu diharapkan dengan lonjakan harga cabai. Padahal setiap pasokan cabai selalu surplus setiap kali musim panen dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan cabai selama setahun. Namun karena cabai tak tahan lama, banyak pasokan yang akhirnya terbuang karena tak layak jual.

"Jadi setiap musim raya cabai tidak bisa dimanfaatkan dengan baik karena cabainya kering dan busuk. Seandainya saja ada alat yang bisa menjaga ketahanan cabau itu selama satu tahun. Ini bisa menyelesaikan masalah sosial kita. Itu juga bisa menjaga inflasi, karena cabe salah satu pemicu inflasi," imbuhnya.

Puspayoga berharap suatu hari nanti akan muncul pengusaha dengan inovasi yang bisa memecahkan persoalan tersebut. Sehingga dampak positif dari lahirnya pengusaha tersebut mempunyai efek yang luas. [dzk]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya