Berita

pssi

Gerindra: Putusan Kasasi MA Bukti Menpora Tidak Beres

SELASA, 08 MARET 2016 | 17:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kasus hukum antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dimenangkan oleh PSSI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan Mahkamah Agung (MA) menunjukan Menteri asal PKB itu tidak cermat dan jelas-jelas salah mengambil kebijakan. Kemarin, MA menolak kasasi yang diajukan Menpora atas putusan banding PTUN Jakarta.

Menurut Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, kebijakan Menpora membekukan PSSI terbukti tanpa dasar yang jelas. Termasuk tuduan Menpora terhadap PSSI sebagai mafia bola juga tidak bisa dibuktikan dan bahkan sempat dibantah yang diakui adanya permainan dari orang dalam Kemenpora sendiri.

"Seharusnya kalau memang ada mafia bola kenapa tidak bekerja sama dengan Polri, KPK atau Kejaksaan untuk memberantas mafia itu sendiri dan bukan membekukan PSSI," kata Andre di Jakarta, Selasa (8/3).


Tidak hanya itu, hingga kini reformasi dan tata kelola sepakbola yang digaungkan oleh Pemerintah Jokowi melalui Menpora tidak jelas konteksnya khususnya masa depan sepak bola,

Bahkan komite adhoc sepakbola Agum Gumelar saat bertemu dengan Presiden mendengar langsung pernyataan Presiden yang meminta Menpora untuk mengkaji dalam satu atau dua hari ini untuk pencabutan.

"Seharusnya Menpora mengerti tentang orang Solo yang sifatnya halus dengan cara penyampaiannya agar dicabut pembekuannya itu, tapi ternyata Menpora mempunyai sikap yang lain dengan memberikan sembilan syarat yang aneh dan dapat dinilai tidak mempunyai itikat baik untuk mencabut pembekuannya," kata Andre.

Atas dasar itu, kata Andre, Gerindra menilai Menpora memang tidak mempunyai visi yang jelas untuk memajukan sepakbola nasional.

"Gerindra desak Menteri Imam direshuffle dan Presiden harus mencari solusi soal reformasi sepakbola tanpa menghancurkan organisasinya. Jadi kompetisi tetap berjalan dan dapat mengembalikan ratusan ribu masyarakat yang mencari uang dari adanya pertandingan sepakbola di Indonesia," demikian Andre. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya