Berita

ahok/rmol

Keputusan Ahok Bukti Elektabilitas Parpol Nyungsep

SELASA, 08 MARET 2016 | 11:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah memutuskan mengikuti kemauan 'Teman Ahok' untuk maju lewat jalur independen dan berpasangan dengan Heru Budi Hartono di Pilkada DKI 2017. Heru adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.

Analis Politik dan HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, mengatakan, keputusan Ahok tersebut bukti elektabilitas partai politik nyungsep alias merosot.

"Ini adalah satu bukti elektabilitas partai politik mulai berkurang," ujar Andy kepada redaksi, Selasa (8/3).


Dukungan kartu tanda penduduk (KTP) yang sudah melebihi 700 ribu oleh 'Teman Ahok' merupakan indikasi turunnya kepercayaan masyarakat khususnya warga DKI terhadap parpol.

Menurut Andy, sudah saatnya parpol intropeksi secara besar-besaran terhadap platform dan performance dari wakil-wakilnya yang duduk di parlemen, yang dalam kurun waktu belakangan ini tingkat perfomance, produktivitas dan kualitas anggota parlemen, khususnya DPRD DKI terkesan jalan di tempat.

"Fraksi yang ada di DPRD lebih menyuarakan kepentingan pribadi dan kelompok dibanding kepentingan rakyat. Fungsi kontrol yang dijalankan oleh anggota DPRD DKI terkesan hanya menunjukkan ketidaksukaan secara personal terhadap Ahok yang seringkali melewati batas etika politik," ungkapnya.

Andy menambahkan, parpol di Jakarta terkesan sudah kehilangan figur yang dapat dimajukan sebagai calon gubernur, stok kader parpol kurang tersedia dan memadai untuk maju menjadi cagub.

"Saatnya parpol di Jakarta melakukan intrpeksi dan konsolidasi untuk menemukan dan memajukan kadernya untuk bertanding dengan Ahok," tukasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya