Berita

ade komarudin/net

Politik

Catat! Deklarasi Ade Komarudin Tak Terpengaruh Waktu Munas

SELASA, 08 MARET 2016 | 00:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2016 belum ada kepastian, terutama pasca putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi yang diajukan kepengurusan Golkar Munas Ancol pimpinan Agung Laksono.

Sekretaris dan Ketua Media Center Tim pemenangan Calon Ketua Umum Partai Golkar Ade Komarudin, Mukhamad Misbakhun mengatakan pihaknya tidak khawatir dengan waktu pelaksanaan Munas tersebut.

"Kami tidak terpengaruh waktu Munas, kapan pun Munas adalah sebuah keputusan yang dicari jalan keluarnya," kata dia di Jakarta, Senin (7/3).


Menurut Misbhakun, Akom tetap akan mengikrarkan diri sebagai Caketum Golkar pada Jumat (11/2), tepatnya di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Kata dia, ikrar diri Akom itu terserah diinterpretasikan bermacam-macam oleh media, apakah deklarasi, posisi politik atau ambil alih tanggung jawab.

"Ikrar diri Akom silahkan diinterpretasikan dan dipersepsikan media-media apakah disebut deklarasi, posisi politik atau ambil alih tanggung jawab, namun kami menyebutnya ikrar diri," ujarnya.

Dia mengatakan pemilihan tempat di Yogyakarta karena disana merupakan kota bersejarah dan pihaknya ingin menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Akom, Golkar akan kembali jaya.

"Kami yakin Golkar di kepemimpinan Akom bisa kembali jaya," ujarnya.

Misbakhun mengatakan, Akom terus melakukan konsolodasi ke pengurus DPD I dan DPD II Golkar untuk memantapkan dukungan meskipun saat ini sudah ada 22 DPD I dan 300 DPD II Golkar menyatakan siap mendukung Ketua DPR itu.

Dia mengatakan, Selasa (8/3) selepas jam kerja, Akom akan mengunjungi Provinsi Bengkulu untuk silaturahmi dengan pengurus DPD tingkat I dan DPD tingkat II Golkar di wilayah tersebut.

"Intinya dukungan sudah lebih dari 30 persen, rinciannya rahasia namun kami sudah mengunjungi 33 provinsi," katanya.

Selain itu dia mengatakan, Akom secara langsung sudah mengkomunikasikan dan berkonsultasi ke Sultan Hamengkubuwono ke X terkait rencana deklarasi tersebut.

Konsultasi itu menurut dia sebagai bentuk penghormatan dan tata krama kepada Sultan dan juga meminta masukan terkait letak panggung ikrar diri Akom. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya