Berita

M. Romahurmuziy/net

Politik

Kubu Romy Ganggu Kenyamanan KTT OKI Jakarta

SENIN, 07 MARET 2016 | 09:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebanyak 200 personil Kepolisian dari Polda, Polres dan Polsek sedang berjaga-jaga di kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/3). Penjagaan ini dilakukan terkait rencana kubu M. Romahurmuziy (Romy) merebut paksa kantor PPP.

Wakil Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, mengatakan, pihaknya akan tetap mempertahankan kantor DPP. Alasannya, keputusan hukum Mahkamah Agung (MA) sudah sangat jelas kepengurusan Muktamar Jakarta adalah yang sah. Dan saat ini proses islah pun sedang dilakukan.

Humphrey pun melihat, ancaman kubu Romy akan merebut paksa kantor PPP yang jatuh tempo hari ini akan mengganggu kenyamanan puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta hari ini yang dihadiri Presiden Joko Widodo.


"Saya sangat menyangkan sikap Romy. Apalagi sedang berlangsung acara OKI di Jakarta, ini tentu akan membuat gaduh," sebut Humphrey kepada redaksi, Senin (7/3).

Ditambah, lanjut Humphrey, kantor PPP itu berada di jalan protokol Jakarta. Dan kantor Kedubes Palestina juga berada belakang kantor PPP.

"Jadi, PPP yang katanya pendukung Pemerintah janganlah melecehkan Pemerintah," tukas Humphrey.

Jumat kemarin (4/3), kubu M. Romahurmuziy (Romy) yang mengatasnamakan PPP hasil Muktamar Bandung berkirim surat kepada Djan Faridz untuk mengosongkan kantor PPP.

Diketahui, MA memutuskan PPP yang sah adalah hasil Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz (ketum) dan Achmad Dimyati Natakusumah (sekjen). Sementara Kemenkumham kembali mengaktifkan hasil Muktamar Bandung dengan pimpinan Suryadharma Ali (ketum) dan Romahurmuziy (sekjen). [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya