. Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2016 digelar, calon Ketua Umum DPP Partai Golkar Ade Komarudin rajin blusukan. Ketua DPR ini telah melakukan pertemuan silaturrahmi dengan 22 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) provinsi. Hal ini semakin menunjukkan dukungan mayoritas pemilik suara untuk memilihnya sebagai Ketua Umum Golkar periode 2016-2021.
Pekan ini, Akom sapaan akrab Ade Komarudin mengunjungi tiga DPD Golkar yaitu Maluku, Bali dan Jambi yang merupakan tiga provinsi terakhir dalam silahturahminya ke DPD I dan II Partai Golkar se-Indonesia.
"Diantara calon, mungkin Ade Komarudin yang terbanyak mengunjungi daerah. Paling tidak Jambi merupakan provinsi yang ke-22 yang didatangi Ade Komarudin pada Sabtu sore," kata Anggota Tim Sukses Akom, Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jakarta, Sabtu (5/3).
Bamsoet mengatakan, dari 22 provinsi yang dihadiri Akom, sebanyak 300 Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota juga ditemuinya.
Dia menegaskan, para Ketua dan Sekretaris DPD tingkat I dan II Golkar juga memberikan apresiasi karena dikunjungi secara langsung oleh Ade Komarudin.
"Mereka berkomitmen akan memenuhi undangan acara 'Ikrar Ade Komarudin' yang akan digelar 11 Maret 2016 di Yogyakarta," ujarnya.
Menurut Bamsoet, ada yang menarik dari kunjungan Akom tersebut, yaitu lima aspirasi yang berkembang cukup kuat terkait pencalon Ketua Umum Golkar.
"Pertama, mereka menginginkan sosok Ketua Umum Golkar mendatang yang minim resistensi dan dapat diterima disemua faksi dan kelompok di Golkar, baik pusat maupun daerah," ujar Ketua Komisi III DPR tersebut.
Poin kedua menurut dia, kader di daerah menginginkan Ketua Umum Golkar yang relatif bersih dan tidak memiliki potensi masalah hukum yang dikhawatirkan kelak akan menjadi beban partai.
Bamsoet menjelaskan, ketiga, mereka ingin Ketua Umum Golkar merupakan figur yang dapat diterima pemerintah. "Dualisme selama setahun lebih yang membuat partai Golkar babak belur, tidak tidak boleh terulang kembali," katanya.
Sementara itu, keempat, terkait posisi Akom saat ini, mereka tidak menginginkan Ade Komarudin mundur dari Ketua DPR karena posisi tersebut memberikan kebanggaan luar biasa bagi para kader terutama di daerah.
Bamsoet menjelaskan, posisi Akom di pimpinan legislatif itu menguntungkan bagi upaya konsolidasi partai ke depan.
"Kelima, mereka menginginkan sosok ketua umum Golkar yang memiliki ideologi partai yang jelas dan kepemimpinan kuat serta memiliki basis masa jelas," tegas Bamsoet.
[rus]