Berita

zulkifli hasan

Demokrasi Menang-menangan Akan Ciptakan Kesenjangan Sosial

SABTU, 05 MARET 2016 | 15:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR Zulkifli Hasan menceritakan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) terjadi perdebatan tentang bentuk negara antara kaum sekuler dan kelompok Islam. Perdebatan yang terjadi sangat panjang.

Dalam sidang BPUPKI khususnya pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno melakukan pidato tentang gagasannya. Gagasan itu disebut Pancasila. Pancasila berperoses dari 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945.

"Pancasila 18 Agustus 1945 itulah Pancasila yang seperti sekarang," ujar Zulkifli di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Islam Assafiyah, Jakarta Timur, Sabtu (5/3).


Dalam perdebatan yang terjadi di BPUPKI, Zulkifli mengakui, gagasan Bung Karno-lah yang menang. Gagasan Bung Karno disebut Zulkifli sebagai nasionalis religius sebab ada sila pertama "ketuhanan yang maha esa".

Zulkifli menyatakan di tahun 1960-an Bung Karno melakukan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidatonya, Bung Karno dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin mempunyai ideologi alat Barat yang liberalis kapitalis maupun Timur yang komunis. Bung Karno mengatakan bangsa Indonesia ingin berideologikan Pancasila.

Dikatakan Zulkifli bahwa selepas amandemen keempat terjadi perubahan konstitusi yang sangat mendasar. Diakui konstitusi yang baru berbeda dengan keinginan para pendiri bangsa, terutama sila keempat "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan".

Demokrasi yang ada sekarang diakui mirip dengan demokrasi yang ada di Barat. "Demokrasi kita menang-menangan," ujarnya. Diterangkan lebih lanjut bahwa kedaulatan sekarang di tangan rakyat sehingga dalam pemilu suara rakyat menentukan.

Dipaparkan kalau demokrasi dalam negara normal itu bagus-bagus saja namun kalau demokrasi dalam negara yang tidak normal di mana masih banyak kemiskinan dan pendidikan masih belum maksimal, maka demokrasi akan menguntungkan kaum elit.

Zulkifli menambahkan, bahwa demokrasi sekarang mahal, siapa yang dalam pemilu tanpa sponsor dan tanpa modal akan sulit menang, yang maju dalam pemilu tanpa modal tak akan bisa menjadi pemimpin.

"Demokrasi seperti itulah yang akan menciptakan kesenjangan sosial dan kemiskinan," tukas Ketum PAN ini. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya