Berita

Senior Golkar: Caketum Harus Bebas Dari Masalah Hukum

RABU, 02 MARET 2016 | 18:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Golkar sebagai partai pemenang kedua di Pemilu 2014 harus mengalami keterpurukan di Pilkada serentak 2015. Partai beringin hanya menempati posisi sembilan dari 10 partai politik nasional yang terlibat dalam ajang tersebut.

Kondisi ini membuat tantangan pemimpin Golkar di masa mendatang semakin berat, bukan hanya karena tantangan eksternal namun juga internal yang baru masuk dalam tahap transisi bersatu kembali.

Politikus senior Golkar Siswono Yudhohusodo mengakui bahwa Golkar sedang mengalami keterpurukan sehingga diperlukan sosok pemimpin yang benar-benar bisa mengatasi masalah partai.


Salah satunya yang disorotnya adalah calon ketua umum Golkar harus bebas dari kasus hukum maupun berpotensi terjerat kasus hukum. Hal itu, menurut dia bisa membuat roda organisasi tidak berjalan dengan baik dan konsentrasi untuk membesarkan partai menjadi terhambat.

Karena itu, Siswono meminta kandidat yang berniat ikut kontestasi Munaslub Golkar 2016 nanti harus bebas kasus hukum dan yang berpotensi terjerat hukum tidak usah maju.

"Di negara-negara beradab orang yang bermasalah tidak akan maju dalam kontestasi politik," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/3).

Dia menilai dibutuhkan kesadaran tingkat tinggi bagi seorang yang berpotensi terjerat kasus hukum, untuk tidak ikut berkompetisi di Munas. Siswono juga menyayangkan adanya budaya transaksional yang dilakukan beberapa kader Golkar sehingga memanfaatkan politik untuk bisnis.

Dia mencontohkan, kader Golkar yang meminta saham PT. Freeport Indonesia lalu melalukan lobi-lobi hingga bertemu dengan jajaran elit perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

"Budaya transaksional di Golkar semakin parah, sampai ada yang bicara soal saham Freeport, itu kan betul-betul memanfaatkan politik untuk bisnis sehingga harus ditinggalkan," ujar Siswono.

Mantan Menteri Pertanian ini juga mengakui perpecahan di internal Golkar membuat partai itu akan sulit memenangkan Pemilu 2019 karena bisa terlihat dari capaian politik Golkar di Pilkada serentak 2015.

Karena itu dia menilai Golkar memerlukan sosok pemimpin yang benar-benar diterima seluruh faksi di Golkar sehingga semua kekuataan partai itu bisa bersatu untuk mencapai kemenangan di Pemilu 2019.

"Saya ingin mengingatkan, Golkar bersatu saja sudah berat menang di Pemilu 2019 apalagi kalau kami pecah," katanya.

Terakhir, Siswono mengharapkan Caketum Golkar juga harus bisa membangkitkan budaya politik luhur yaitu bebas politik uang dan politik transaksional. [wah] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya