Berita

net

Olahraga

Sudah Kaji Sanksi PSSI, Menpora Tunggu Presiden

JUMAT, 26 FEBRUARI 2016 | 21:51 WIB | LAPORAN:

Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi mengaku telah menyelasikan kajian komprehensif sanksi yang diberikan pemerintah terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hasil kajian akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo pada Senin (29/2) sekaligus menunggu arahan untuk membuat keputusan terkait sanksi tersebut.

Imam berharap bahwa hasil kajian terkait sanksi terhadap PSSI tersebut diharapkan bisa memuaskan semua pihak.

"Hasil kajian ini yang termasuk didalamnya persoalan hukum, kronologis pemberian sanksi, hingga harapan masyarakat luas Indonesia menjadi catatan penting kami, sehingga kami yakin hasil kajian ini akan memberikan harapan bagi tata kelola sepakbola Indonesia di masa yang akan datang termasuk bagi PSSI, pemain, pelatih, termasuk dunia pers," ujarnya di kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (26/2).


Selama dua hari sejak perintah Presiden Joko Widodo untuk mengkaji pemberian sanksi kepada PSSI, Menpora telah melaksanakan dan akan memberikan hasilnya kembali kepada Presiden.

"Kami telah melakukan pertemuan secara maraton, mendalam dan komprehensif bersama jajaran Kemenpora mulai dari pejabat eselon I,II, Biro Hukum, BOPI, Tim Transisi dan banyak pihak. Sehingga tugas dari Presiden untuk melakukan pengkajian secara menyeluruh, detail, dengan mempertimbangkan semua aspek telah selesai kami laksanakan," jelas Imam.

Lebih jauh, Imam berharap masyarakat pecinta sepak bola nasional untuk bersabar menunggu laporan hasil kajian yang akan diberikan kepada Presiden.

"Perintah Presiden harus saya laksanakan dan hasilnya akan kami sampaikan kepada beliau, kepada rekan wartawan dan masyarakat untuk bersabar hingga Senin (29/2) kami akan menghadap dan melaporkan terlebih dahulu kepada Presiden," jelas Imam. [wah]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya