Berita

rio/net

Olahraga

Pemerintah Terus Cari Sponsor Untuk Rio

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 15:55 WIB | LAPORAN:

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga terus berupaya mencari sponsor untuk mendanai tampilnya pembalap muda Rio Haryanto di ajang paling bergengsi Formula1 (F1).

Menpora  Imam Nahrawi menyatakan, akan bersikap transparan terkait dana yang dikumpulkan untuk Rio dengan cara mempublikasikannya.

"Saya kira itu harus dipublikasikan. Berapa pun yang besarannya, untuk apapun itu maka harus diumumkan kepada masyarakat," katanya di Kantor Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Rabu (24/2).


Imam berharap, langkah tersebut menjadi pintu awal kepercayaan publik. Agar ke depan bila muncul lagi pembalap berbakat seperti Rio bisa diberikan dukungan maksimal dari publik. Sejauh ini, Kemenpora tetap mengajukan dana Rp 100 miliar untuk mendukung Rio berlaga di ajang tersebut.

Menteri yang kerap disapa Cak Imam itu menerangkan, ada dua cara merealisasikan pendanaan yang diajukan Kemenpora, yakni melalui pos APBN Perubahan atau revisi internal anggaran Kemenpora dengan cara mengurangi anggaran di pos-pos yang ada.

"Namun kita akan lebih mungkin mendorong mengajukan di APBN Perubahan," tukasnya.

Dikabarkan, negara lain yakni Visit Malaysia sudah menawarkan pendanaan bagi Rio berlaga di ajang F1. Menyikapi hal itu, Cak Imam menegaskan tidak akan mengambil sponsor dari luar karena masih banyak BUMN atau swasta di Indonesia yang bisa mendukung secara penuh. Dia juga mendorong agar Kementerian Pariwisata ikut menyokong Rio.

"Saya tidak rela pihak lain di luar Indonesia menjadi sponsor. BUMN atau pihak swasta nasional masih bisa mendukung. Atau dari Kemenpar mungkin bisa memasang tulisan 'Wonderful Indonesia', ini kan kesempatan baik," jelasnya. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya