Berita

sby/net

Olahraga

SBY Kritisi Penanganan Kasus Korupsi

SABTU, 20 FEBRUARI 2016 | 15:44 WIB | LAPORAN:

. Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritisi penanganan kasus korupsi yang ada saat ini.

"Saya terus terang, melihat di media, sepertinya kalau sudah ramai, gaduh, masuk koran, dianggap sudah selesai," ucap SBY dalam diskusi "Perl‎ukah Revisi UU KPK?" di Raffles Hills, Cibubur, Bogor, Sabtu (20/2).

Padahal, kata SBY, sebuah kasus korupsi bisa disebut selesai apabila kasus tersebut sudah inkrah di pengadilan.


Untuk itu, lanjut dia, lembaga penegak hukum harus didukung menuntaskan kasus korupsi hingga ke akar-akarnya. Dengan harapan agar lembaga penegak hukum bisa bekerja dengan baik, maksimal dan efektif.

"Yang harus didukung tidak hanya KPK, tapi Kepolisian dan Kejaksaan. Saudara juga harus memberi dukungan agar lembaga-lembaga hukum dapat berjalan dengan baik," tegas SBY.

Suami dari Ani Yudhoyono ini menambahkan, kalau penegak hukum tidak efektif, dan yang ada hanya gaduh serta hingar-bingar, maka hasilnya akan kurang.

SBY menggelar "kopi darat" dengan netizen untuk menyerap aspirasi publik terkait pembahasan draft revisi UU KPK. Setidaknya ada 26 netizen yang diundang dalam pertemuan itu. Mereka adalah netizen dari berbagai daerah yang khusus diundang SBY. Ke-26 netizen itu merupakan follower @SBYudhoyono di Twitter dan fanpage Facebook Susilo Bambang Yudhoyono. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya