Berita

net

Olahraga

Konflik Sepak Bola Membuat Indonesia Terkucil

MINGGU, 07 FEBRUARI 2016 | 09:05 WIB | LAPORAN:

Konflik sepak bola nasional antara Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) harus segera diselesaikan. Jika tidak, akan semakin mengaburkan posisi Indonesia di bidang olahraga itu pada tingkat internasional.

"Konflik sepak bola nasional ini membuat kita terkucil. Bahkan kita tidak tahu sekarang Indonesia berada di level berapa dunia," ujar pengamata sepak bola Anton Sanjoyo di Jakarta, Minggu (7/2).

Ia menilai keterbatasan informasi tersebut dapat menjadi masalah. Sebab Indonesia tidak dapat memetakan peringkatnya di antara negara-negara lain.


"Bahkan, sekarang kedudukan sepak bola kita tidak jelas jika dibandingkan dengan Vietnam dan Timor Leste, yang dulu berada di bawah," bebernya.

Padahal, Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang juga bakal menampilkan laga sepak bola, namun polemik ini mengancam keikutsertaan Indonesia di ajang itu.

Oleh karena itu, Sanjoyo, meminta pemerintah serta PSSI untuk segera menuntaskan persoalan PSSI itu.

"Saat ini, seharusnya pemerintah dan PSSI sudah duduk bersama dan menyelesaikan konflik ini, demi sepak bola Indonesia," jelasnya.

Sanjoyo juga memandang perlu pemerintah melakukan pembenahan sepak bola nasional dari akar atau sejak masa pembinaan pemain usia muda.

"Pemain sepak bola Indonesia itu sudah rusak dari kecil, dan terkadang disebabkan oleh orang tua mereka," katanya.

Sanjoyo menerangkan kondisi sebagian besar sekolah sepak bola dalam negeri yang masih belum dapat mandiri, membuat sejumlah orang tua harus ikut menyumbangkan finansial mereka ketika anaknya berpartisipasi dalam sekolah itu.

"Misalnya di Jakarta, ada lebih dari 450 sekolah sepak bola. Namun, yang sudah mandiri baru tiga," jelasnya.

Selanjutnya, menurut dia, dari pemberian bantuan yang disalurkan orang tua tersebut, biasanya akan timbul permintaan lebih terkait dengan peran anak mereka di sekolah sepak bola itu. Jadi, suka ada pikiran dari para orang tua kalau sudah menyumbang, anaknya harus diturunkan ke dalam setiap pertandingan. Kalau tidak, marah-marah. Ini saja sudah budaya yang salah,” katanya.

Oleh karena itu, dia menilai kondisi tersebut juga tidak dapat diabaikan pemerintah jika memang serius ingin mereformasi sepak bola dalam negeri.

"Tidak hanya PSSI yang perlu diatur, tetapi pemerintah harus memperbaiki dari fondasinya juga," demikian Sanjoyo. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya