Berita

foto:net

Olahraga

Urusan MotoGP Semoga Sekilat Urusan Proyek Kereta Cepat

KAMIS, 28 JANUARI 2016 | 09:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Realisasi pagelaran salah satu seri balap MotoGP di Indonesia tahun 2017 belum jelas. Netizen mempertanyakan jadi atau tidak pagelaran balap MotoGP di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.
 
Tidak mudah untuk bisa menjadi tuan rumah pagelaran salah satu seri MotoGP. Indonesia yang ingin menjadi negara tuan rumah balap MotoGP 2017, harus menyelesaikan semua persyaratan.

Di antaranya, harus melaku­kan renovasi Sirkuit Sentul agar memenuhi kriteria yang ditetap­kan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) atau Federasi Balap Internasional.


Semula Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bermaksud membantu renovasi sirkuit balap milik swasta itu. Dari estimasi biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 200 miliar untuk men­jadikan Sikuit Sentul sekelas Sirkuit Monaco, Pemerintah mengucurkan bantuan Rp 5 miliar.

Namun bantuan itu urung diberikan. Kementerian Pemuda dan Olahraga beralasan, dana APBN tidak bisa dis­erap untuk sektor swasta murni.

Selain masalah pendanaan dan infrastruktur, Indonesia juga dih­adapkan pada masalah lain seperti belum ada payung hukum berupa Keputusan Presiden, kontrak dan master plan sirkuit.

Sementara, Dorna Sport selaku promotor MotoGP memberikan batas waktu kepada Indonesia untuk memenuhi semua persyaratan paling lambat tanggal 30 Januari 2016.

Nah, kepastian Indonesia menjadi tuan rumah pagelaran salah satu seri MotoGP tahun 2017 ditunggu-tung­gu publik pengguna media sosial.

Di antaranya, netizen pengguna akun arviankurniawa1 pada jejaring sosial Twitter.com, mempertanya­kan sejauh mana proses persiapan Indonesia menjadi tuan rumah bala­pan motor paling beken sedunia itu. "Apa kabar MotoGP Indonesia?" cuitnya.

Akun @nangdin berharap persia­pan pemerintah dan pihak Sirkuit Sentul lancar. Sehingga pihak Dorna Sport setuju menggelar salah satu seri balap MotoGP di Indonesia pada tahun depan. "Semoga Master Plan Circuit Sentul yang sedang disusun bisa cepat selesai dan mewujudkan mimpi Indonesia jadi tuan rumah Moto GP. #MotoGPIndonesia," tulisnya.

Akun @Oriharis meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serius mengupayakan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP tahun depan.

"Pak Menpora jangan sampai MotoGP gagal di Indonesia. Kapan lagi rakyat bisa nonton balap jet darat sekelas itu. Mencatat sejarah karena Presiden dan Menpora yang mampu mendatangkan MotoGP di Indonesia," komentarnya.

Harapan senda disampaikan akun @jakasetiawan_95, "Saya berharap MotoGP Indonesia 2017 bisa ter­wujud. Segala permasalahannya bisa terselesaikan. Kayak kereta cepat dong, main cepat izinnya," katanya.

Pengguna akun @samosir_ridwan menilai, pelaksanaan balap MotoGP di Indonesia akan berdampak positif bagi sektor lain, seperti sektor pariwisata. "Bisa mendukung turis mancanegara datang ke Indonesia. Sektor parawisata tak hanya me­nawarkan keindahan alam Indonesia, juga bisa dengan balapan MotoGP & F1," ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan akun @NabilForzaMilan. Dia men­yarankan Pemerintah membatalkan rencana Indonesia menjadi tuan ru­mah MotoGP. Karena menurutnya, Indonesia belum siap. Saran itu dia sampaikan kepada akun Twitter resmi Presiden Jokowi.

"Pak @jokowi sebaiknya penye­lenggaraan MotoGP di Indonesia ditunda atau lebih baik dibatalkan. Persiapannya masih nol," tulisnya.

Akun @AdityaSpaer mengaku pesimistis Indonesia terpilih men­jadi tuan rumah salah satu seri bala­pan MotoGP 2017. Dia menyindir sulitmya mengurus aneka perizinan di Indonesia.

"Urus Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja lama, apalagi urus per­syaratan ajang tahunan balapan kelas dunia seperti MotoGP. Welcome to Indonesia," sindirnya.

Pembalap terkemuka MotoGP Valentino Rossi juga berharap, Indonesia terpilih sebagai salah satu tuan rumah balapan paling bergengsi itu.

The Doctor mengaku tidak sabar beraksi di Indonesia, salah satu basis pendukung terbesar balapan ini. Pembalap Yamaha itu mengaku merasakan betapa luar biasa atmos­fer MotoGP di Indonesia.

"Jelas ini (Indonesia, red) jadi tempat lomba MotoGP di masa depan. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan selama ini, meski mereka hanya menyaksikan lomba dari layar televisi. Dari sudut pandang bisnis, pasar Indonesia lebih baik dibandingkan Eropa," ungkap Rossi seperti dikutip Crash, Rabu (27/1).

Di tempat terpisah, angin segar ber­hembus dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Deputi V Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto, mengonfirmasi bahwa pihak Sirkuit Sentul, dalam hal ini PT Sarana Sirkuitindo Utama telah mengirimkan surat pernyataan kepemilikan.

Sebelumnya, Kemenpora menung­gu untuk mengajukan Keputusan Presiden (Keppres) setelah tiga syarat dipenuhi. Yakni, master plan Sirkuit Sentul, penyelesaian kontrak dengan Dorna, dan surat pernyataan soal kepemilikan Sirkuit Sentul.

"Kami sudah terima surat pernyataan dari mereka. Isinya menjelaskan bahwa seluruh lahan yang menjadi kawasan Sentul International Circuit tidak memiliki permasalahan hukum dengan pihak mana pun," ucap Gatot Dewa Broto.

Surat itu ditandatangani Komisaris Utama dan pemegang saham may­oritas PT Sarana Sirkuitindo Utama, Hutomo Mandala Putera (Tommy Soeharto). Surat tertanggal 9 Januari 2016 itu juga ditandatangani Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul, Tinton Soeprapto.

"Nanti kalau ada permasalahan dan tuntutan hukum mengenai hak kepemilikan Sirkuit Internasional Sentul, mereka yang bakal bertang­gung jawab," Gatot menambahkan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Kemenpora menunggu masterplan Sirkuit Internasional Sentul. Itu adalah syarat pengajuan Keputusan Presiden menggelar MotoGP selama tiga musim. Sementara penyelesaian kontrak dengan Dorna akan dibahas bersama-sama.

"Masterplan Sirkuit Sentul belum kami terima. Mereka mengatakan sedikit lagi selesai. Karena hal itulah, kami belum melanjutkan pengajuan Keppres," pungkasnya. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya