Berita

Rio Haryanto:net

Olahraga

Dana Baru Rp 78 Miliar, Rio Terancam Batal Ke Formula 1

Pengumpulan Dana Terhambat Gara-gara "Bom Sarinah"
JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 09:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pembalap pemuda Indonesia, Rio Haryanto saat ini sedang harap-harap cemas tentang mimpinya membalap di ajang Formula 1. Masalahnya, duit yang dibutuhkan­nya untuk ikut balapan jet darat tersebut belum mencukupi.

Rio diharuskan menyiapkan dana sebesar 15 juta Euro, atau setara Rp 229 miliar. Sampai saat ini baru terkumpul Rp 78,7 miliar yang berasal dari Pertamina, dan belum ada lagi calon sponsor yang membantunya.

Rio harus menyediakan dana yang besar. Sebab timnya, Manor bukanlah tim yang berasal dari pabrikan F1. Sehingga harus mencari pendanaan sendiri.


Untuk tetap bisa berlaga di ajang F1, Manor harus bisa memaksimalkan potensi nilai komersial. Termasuk dengan memperjualbelikan kursi pe­balap di jet darat mereka.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus memutar otak untuk membantu pendanaan Rio. Padahal, sudah ada beberapa rencana yang akan dilakukan agar pebalap berusia 22 tahun ini bisa mengharumkan nama Indonesia Formula 1.

"Tadinya kami mau buat fund raising akhir pekan ini untuk men­gumpulkan sponsor, tetapi batal karena ada insiden bom Sarinah," kata juru bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Skema pembayaran sebesar Rp 229 miliar kepada Manor sebenarnya sudah mendap­atkan kompensasi luar biasa. Tim tersebut mengamini surat Menpora Imam Nahrawi yang meminta agar uang yang wajib disetorkan Rio bisa dicicil.

Untuk termin pertama, Rio hanya perlu menyetorkan dana sebesar Rp 56 miliar saja. Secara nalar, jika Pertamina sudah meny­iapkan uang Rp78,7 miliar tentu saja permasalahan itu selesai.

Akan tetapi, rupanya Pertamina tak ingin terkecoh. Mereka masih belum bersedia mengucurkan dana jika sisa uang yang dibutuh­kan, yakni Rp 148 miliar belum ada yang siap menanggung.

"Di pekan ini seharusnya bayar 3,7 juta Euro. Sebenarnya uangnya sudah ada di Pertamina, tetapi kami paham Pertamina masih menunggu siapa yang mau menanggung 9,8 juta Euro ini," jelas Gatot.

Selain berbicara dengan Manor, Kemenpora juga sudah berdiskusi dengan ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati. Bila sampai batas yang ditentukan belum ada uang yang masuk ke Manor, Rio bisa ucapkan selamat tinggal F1. "Kalau telat posisi Rio bisa diisi driver lain. Ini adalah saat-saat yang sangat kritis sekali," tandasnya.

Situs resmi F1, sampai saat ini hanya tinggal Manor Racing yang belum mendaftarkan satu nama pun. Balapan pertama musim 2016 ini akan dimulai pada 20 Maret di GP Australia.

Terpisah, Vice President Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, pihaknya sudah memutuskan hanya membantu pendanaan Rio sebesar 5 juta Euro.

"Disaat harga minyak dunia sedang menurun. Kami tetap berkomitmen mendukung den­gan angka tersebut. Karena Rio salah satu aset bangsa yang berprestasi dan sudah menghar­umkan nama Indonesia di dunia balap," katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski manajemen Rio terlihat kesulitan mencukupi pendanaan, namun sang sponsor utama, Pertamina tetap yakin bahwa Rio dan orang-orang dibalik Rio bisa menanganinya.

"Dari segi kemampuan tekhnis, Rio sangat potensial dan berbakat. Semoga cita-cita besar berlaga di Formula 1 juga mendapat dukun­gan dari berbagai badan usaha di Indonesia," terangnya.

Wianda membantah jika pihaknya dianggap belum bersedia mengucurkan dana sebesar Rp 148 miliar kepada pebalap kela­hiran Surakarta ini, karena belum ada pihak yang akan menjamin. "Karena memang tidak ada komit­men Pertamina pada angka tersebut. Kami tidak pernah ada pembicaraan mengenai itu," ujarnya.

Menurutnya, semua pihak terkait harus saling membantu manajemen Rio dalam pencarian dana. Karena ini merupakan sebuah kesempatan emas bagi Indonesia turut serta dalam F1. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya