Berita

teuku riefky harsya/net

Olahraga

Pencairan Dana Sosialisasi Asian Games 2018 Bermasalah

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 09:23 WIB | LAPORAN:

Komisi X DPR mengkritisi adanya dugaan penyalahgunaan uang negara dari rekening panitia pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) yang digunakan menjelang tutup tahun 2015 yang lalu. Hal itu terungkap usai Komisi X DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang dihelat di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta.

Beberapa anggota Komisi yang membidangi olahraga ini menegaskan adanya kejanggalan dalam pencairan dana sosialisasi Asian Games 2018 dari rekening atas nama Inasgoc. Pasalnya, pada saat pencairan, kepengurusan Inasgoc belum terbentuk dan belum mendapatkan persetujuan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nachrowi.

"Ada kejanggalan dalam pencairan dana sosialisasi Asian Games dari rekening atas nama Inasgoc pada bulan Desember lalu, yang mana pada pemaparan KOI tadi ternyata kepengurusannya belum terbentuk," kata Wakil Ketua Komisi X, Abdul Kharis Kamis malam (14/1).


Senada dengan Abdul Kharis, mantan pebalap Nasional yang kini menjadi anggota legislatif di  Komisi X, Moreno Soeprapto mengungkapkan saat RDP berlangsung, KOI mengakui adanya kegiatan sebesar Rp 27 miliar.

"Tadi Pihak KOI mengakui Rp 27 milyar telah digunakan untuk sosialisasi Asian Games di enam kota besar. Pertanyaannya kok bisa dana cair padahal tadi KOI juga memastikan sampai saat ini panitia pelaksana Inasgoc belum disetuju oleh Menpora," ujar Moreno Soeprapto.

Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, membenarkan rapat intern Komisi X telah memutuskan pembentukan Panitia Kerja (Panja) yang berfungsi untuk mengawasi persiapan Asian Games 2018.

"Panja persiapan Asian Games 2018 dibentuk untuk menjawab kekhawatiran publik terhadap ketidaksuksesan Indonesia sebagai tuan rumah," tutur Riefky.

Seperti diketahui, pada Desember 2015 lalu, banyak media memuat pemberitaan terkait pernyataan beberapa pihak yang menyoroti kegiatan sosialisasi Asian Games oleh KOI yang terkesan terburu-buru dan tidak profesional.[wid]


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya