Berita

ilustrasi/net

Ingat, BUMN Didirikan untuk Subsidi Rakyat!

MINGGU, 01 NOVEMBER 2015 | 03:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gagalnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi seperti PLN untuk mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 10 triliun memberikan hak untuk pemerintah menghilangkan subsidi listrik bagi keluarga prasejahtera dan tidak mampu dan ancaman byarpet tahun 2017 akibat kurangnya masukan daya listrik.

"Dan import tekstil besar-besar dan dan barang industri juga akan terganggu karena industrialisasi nasional akan terhambat dengan kurangnya sumber daya listrik yang tersedia," kata Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat
Federasi Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 1/11).

Menurut Arief, point dan pandangan ini merupakan hasil rapat FSP BUMN Bersatu pada Sabtu kemarin (31/10), yang kemudian disebut Manifesto Politik Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Menurut Arief, point dan pandangan ini merupakan hasil rapat FSP BUMN Bersatu pada Sabtu kemarin (31/10), yang kemudian disebut Manifesto Politik Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Kata Arief, BUMN didirikan bukan hanya untuk semata mencari untung saja. BUMN didirikan untuk mensusbsidi rakyat dengan cara membuka lapangan kerja bagi rakyat. Namun tentu saja bukan pula untuk tempat bancaan.

"Contoh Di India ada satu bank BUMN India yang pekerjanya mencapai jutaan sekalipun tidak untung hanya mencapai BEP tetap di-support oleh pemerintah India.  Karena budaya di Asia khususnya Indonesia, satu pekerja yang bekerja di perusahaan itu tidak hanya menanggung anak dan istrinya saja tetapi juga harus menanggung keluarga besarnya," demikian Arief. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya