Berita

ilustrasi/net

Diduga Kuat Ada yang Mempolitisir Kasus Rio Capella untuk Sudutkan Jaksa Agung

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 11:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Diduga kuat ada sejumlah pihak yang tidak senang dengan penegakan hukum, lalu mencoba mempolitisir kasus Patrice Rio Capella (PRC) dengan mengkaitkannya bersama Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Padahal, hal itu tidak ada hubungan," kata Ketua DPN Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan (FKKBK), Dody Yusuf Wibisono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 21/10).

Dody yakin 100 persen bahwa Jaksa Agung HM Prasetyo tidak terlibat dalam kasus PRC yang disebut-sebut memediasi pihak kejaksaan untuk mengamankan kasus Bansos Pemprovsu. Faktanya, pihak Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tidak pernah berhenti menyidik kasus Bansos yang melibatkan Gubsu nonaktif Gatot Pujo Nugroho (GPN).


Dalam analisa Dody, ketegasan penyidik kejaksaan membuat GPN melobi PRC untuk meluluhkan Jaksa Agung HM Prasetyo yang juga dari Nasdem. Tujuannya diduga agar Jaksa Agung HM Prasetyo menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi Bansos, Dana Bantuan Daerah Bawahaan (BDB) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dan rasuah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang melibatkan GPN.

"Namun, Jaksa Agung HM Prasetyo tidak mengindahkannya. Malah Jaksa Agung HM Prasetyo semakin gencar memerintahkan penyidik Kejaksaan Agung dan Kejatisu melakukan pemeriksaan kasus tersebut," ungkapnya.

Karena tak berhasil meredam pihak kejaksaan, lanjut Dody, GPN berkonspirasi dengan OC Kaligis menggugat Kejaksaan Agung ke PTUN Medan. Untuk memenangkan gugatan itu, GPN dan OC ditengarai menyuap tiga hakim PTUN Medan hingga akhirnya ditetapkan KPK sebagai tersangka.

"Meski GPN berhasil mendekati petinggi Partai NasDem, namun dia tidak bisa meluluhkan Jaksa Agung HM Prasetyo yang dikenal tegas dalam penegakan hukum. Faktanya, GPN melalui stafnya di Pemprovsu menggugat Jaksa Agung ke PTUN Medan. Dan ini menjadi bukti kalau kasus PRC itu tidak ada kaitannya dengan Jaksa Agung HM Prasetyo dan jajarannya," demikian Dody, sambol menyesalkan sejumlah pihak mempolitisir kasus PRC dengan mengkait-kaitkannya dengan Jaksa Agung HM Prasetyo. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya