Berita

ist

Politik

Megawati Terharu Terima Gelar Doktor Kehormatan KMOU

SENIN, 19 OKTOBER 2015 | 15:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, tampaknya benar-benar merasakan semangat besar ketika menerima gelar doktor honoris causa dari Korean Maritime dan Ocean University (KMOU), di Busan, Korea, hari ini (Senin, 19/10).

Ini nampak saat Megawati dua kali terbata-bata dalam berpidato. Kata-kata yang disampaikannya begitu membuatnya bersemangat hingga sempat tercekat sampai menitikkan airmata.

Pertama, Megawati tercekat ketika menyatakan dirinya merasa sangat terhormat bisa menerima gelar itu. Baginya pemberian penghargaan itu menjadi motivasi agar makin getol mendorong tradisi politik yang lebih maju di Indonesia.


"Pemberian gelar ini mendorong saya semakin kuat dalam mendorong tradisi politik yang lebih maju," kata Megawati, lalu berhenti. Agak tercekat, dia melanjutkan, "mengakselerasi pembentukan demokrasi, bukan hanya politik, namun utamanya ekonomi demi kesejahteraan rakyat Indonesia," lanjutnya.

Dia lalu melanjutkan dengan terbata-bata. "Penghargaan ini sekaligus memberikan saya tanggung jawab untuk membentuk politik Indonesia yang lebih demokratis dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai yang paling depan," Megawati berhenti, lalu menyeka matanya.

Kedua, Megawati kembali tersendat dan terbata-bata ketika bicara tentang pentingnya reunifikasi Korea. Menurutnya, orang-orang Korea pasti selalu bertanya, mengapa mereka dipisah menjadi dua, satu di Utara dan satu di Selatan.

Ditegaskannya, hanya dibutuhkan keinginan kuat elite kedua negara untuk mau bicara, menyambung kembali silaturahmi yang sebenarnya sudah ada sejak lahir. Tentu saja, menurut Megawati, harus ada mutual respect dan saling percaya di antara mereka untuk saling bicara.

"Saya siap jika tugas memanggil untuk menjadi jembatan bagi kedua negara, merenda jalan untuk solusi damai. Itulah harapan saya yang paling mendalam, juga harapan seluruh rakyat Indonesia," kata Megawati sambil terbata-bata.

"Ini sebuah harapan yang hanya bisa dilakukan jika hati anda terbuka untuk bisa bersatu, menjadi korea yang satu," lanjut Megawati, tak bisa menahan air matanya, dan disambut tepuk tangan riuh warga Korea yang hadir di situ.

"Saya percaya reunifikasi kedua negara bisa dilaksanakan melalui proses integrasi. Dimulai dari konteks kemanusiaan dibanding aspek politik dan permusuhan," tambahnya.

"Saya berteman dengan pemimpin kedua negara dan rakyatnya. Saya berani bilang keinginan keduanya untuk bersama saat ini sangat besar dibanding saat sebelumnya," tandas Mega. [ian]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya