Berita

foto/ist

Universitas di Korsel Ganjar Megawati Gelar Doktor Kehormatan

SENIN, 19 OKTOBER 2015 | 14:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam mendirikan demokratisasi di Indonesia dan sebagai pembawa damai (Peacemaker) bagi rekonsiliasi Korea Selatan serta Korea Utara diganjar gelar doktor kehormatan bidang hubungan internasional oleh salah satu universitas ternama di Korea Selatan, Korean Maritime and Ocean University (KMOU).

Pemberian gelar doktor kehormatan itu dilaksanakan di Kampus KMOU, di Busan, Korea Selatan, Senin (19/10). Upacara pemberian gelar dihadiri ratusan peserta dari Korea Selatan maupun dari Indonesia.

Gil Soo Ryu, salah satu dekan KMOU, membacakan deklarasi pemberi gelar doktor bagi Megawati. Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa Megawati pantas diberi gelar doktor kehormatan itu.


Pertama, sebagai seorang presiden, Megawati dinilai berhasil membangun demokrasi di Indonesia setelah 32 tahun berada di bawah rezim otoriter Soeharto.

Kedua, Megawati dinilai banyak memberi sumbangan kepada perbaikan hubungan antara Korea Selatan dengan Korea Utara. Hal itu telah dilakukan secara konsisten oleh Mega sejak lama hingga saat ini.

"Tahun lalu, beliau mengadakan diskusi dan pembicaraan yang panjang dengan otiritas kita terkait berbagai masalah menyangkut rekonsiliasi dua Korea," ujar Ryu, Senin (19/10).

Selanjutnya, Megawati juga dinilai aktif membangun hubungan aktif dan baik di antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekonomi serta budaya. Selama ini, kerja sama dibangun dengan prinsip kebaikan bersama memajukan baik Indonesia maupun Korea Selatan.

"Presiden Megawati juga mendorong pengembangan ekonomi maritim di Indonesia," kata Ryu.

"Sebagai simbol demokrasi dan peacemaker untuk rekonsiliasi diantara dua Korea, maka kita akan memberi gelar doktor kehormatan kepada Megawati," tandasnya yang disambut tepuk tangan riuh peserta sidang gelar doktoral itu.

Setelah itu, Megawati lalu dipanggil. Dengan mengenakan toga akademisi, Megawati maju untuk menerima anugerah doktor kehormatan itu.

Ketua Alumni KMOU, Sung Taek Kim, menyatakan selamat kepada Megawati yang memperoleh gelar itu. Menurutnya, Megawati sangat pantas menerima gelar itu.

"Selamat untuk Ibu Megawati," kata Sung.

Pendiri Indonesia Center di Korsel, Kim Su Il, menyatakan dirinya sudah kenal lama dengan Megawati sebagai pemimpin Indonesia. Kata dia, Megawati adalah pejuang demokrasi sejati yang banyak dikagumi dunia.

"Beliau (Megawati) selalu memperjuangkan demokrasi bagi kepentingan rakyat Indonesia. Beliau juga dikenal sangat kokoh pendiriannya dalam menghadapi situasi apapun. Makanya beliau berhasil membawa partainya melewati berbagai ujian berat," kata Kim.

"Saat menjadi presiden, Ibu Megawati memberi banyak kontribusi bagi demokrasi di Indonesia. Di zaman beliau lah, misalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang populer di Indonesia dibentuk," ujar Kim lagi. [ian]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya