Berita

Ikut Atasi Bencana Asap, PDIP Terjunkan Pasukan Baguna

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 18:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk bahu-membahu membantu masyarakat dan membantu penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan, PDI Perjuangan ‎menerjunkan 125 personel Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) ke Jambi, Palembang, dan Kalimantan Tengah. ‎125 personel Baguna yang telah diberikan pelatihan khusus oleh Basarnas itu dibagi tiga tim yakni 50 personel ke Jambi, 50 personel ke Palembang, Sumatera Selatan, dan 25 personel ke Kalteng.

‎Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat melepas 25 personel Baguna, di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Minggu, 11/10).‎ Dalam acara pelepasan tersebut, Hasto didampingi Wakil Sekjen PDIP Bidang Kerakyatan, Eriko Sotarduga, dan Koordinator Baguna PDIP, Alvian Feoh. 

‎"100 orang ke provinsi Sumsel dan Jambi, 25 orang ke Kalteng, dengan pesawat, mengingat di Kalteng juga menghadapi soal yang sama, yang sangat serius. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kalsel Pak Teras Narang. Ini kami memandang tidak ada kata terlambat, tim secara khusus dilatih kemampuan mitgasi dan semangat membantu yang terkena asap itu," kata Hasto.‎

‎Mereka yang ditugaskan membantu penanganan masalah asap dan membantu masyarakat akan berada di lokasi selama 10 hari dan dapat diperpanjang. Mereka sudah pamit dan mendapat restu keluarga sehingga siap untuk survive. 

‎Hasto mengungkapkan, Baguna PDIP tidak hanya diterjunkan di daerah yang terkena benca asap. Pihaknya berencana membetuk satu batalyon dengan jumlah personel antara 800-1000 pasukan kemanusiaan sebagai pasukan pejuang PDIP untuk membatu rakyat yang menghadapi persoalan. 

‎Sementara itu, untuk penanganan dan antisipasi bencana asap, PDIP sudah mengusulkan ke pemerintah untuk melakukan modernisasi peralatan seperti pengadaan Helicopter Chinook yang sangat cocok untuk medan yang sebaran titiknya cukup banyak. 

‎"Kombinasi pesawat mengisi air dari laut, dilengkapi dari chinook, kita sampai sekarang belum punya, jadi nanti punya tiga saja sudah bersyukur," jelasnya. 

‎Kemudian, kata dia, PDIP juga merekomendasikan untuk mendata tanaman Jatiputih yang bisa dipakai sebagai benteng. Dengan perkiraan direncanakan perkebunan, maka ada kanal dan tanaman pelindung. 

‎"Ini kan di musim kering dengan bencana el nino. Jadi harus lebih dipersiapkan, untuk dilakukan mobilisasi, karena dampaknya ke negara tetangga. Apalagi manajemen mitigasi kita sudah semakin handal, jadi agar tidak terjadi lagi," ujarnya.

‎Dalam kesempatan itu, Hasto juga menegaskan bahwa penting bagi PDIP sebagai partai agar watak kekuasaannya diorientasikan untuk kemanusiaan sebagaimana prinsip dalam sila Pancasila yakni perikemanusiaan. 

‎"Personel Baguna adalah pasukan pelopor, pejuang kemanusiaan. Bantulah rakyat tanpa berhitung apa yang akan diperoleh, tanpa berpikir siapa yang akan ditolong," ungkap Hasto yang langsung disambut jawaban siap oleh para personel Baguna. 

‎Terlebih sebagai partai pemerintahan, Baguna PDIP harus menunjukkan mental kepemimpinan, kedisiplinan, dan mental kemanusiaan. Apalagi, bencana asap ini sudah menimbulkan kerugian ekonomi. 

‎Selain itu, lanjut Hasto, dalam waktu dekat ini Baguna PDIP juga akan dilatih untuk penanganan musibah banjir. Sebab, di setiap musim hujan yang diperkirakan tak lama lagi akan datang, ancaman banjir masih menghantui beberapa daerah.‎

‎Sementara itu, Koordinator Baguna PDIP Alvian Feoh mengatakan, mereka yang dikirim ke daerah bencana asap juga dilengkapi dengan berbagai peralatan, seperti peralatan masak, peralatan kesehatan dan kesehatan, serta ratusan tabung oksigen‎.


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya