Berita

misbakhun/net

Ini Dua Jurus Misbakhun Kembangkan Kapasitas UMKM

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 03:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk mengembalikan keberadaan Usaha ikro kecil dan menengah (UMKM), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) menaruh perhatian khusus pada pengembangan kapasitas UMKM dengan fokus pada dua program kerja, yaitu Pendampingan UMKM dan Penyediaan Akses Informasi.

Demikian disampaikan Ketua bidang UMKM Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), Mukhammad Misbakhun, di sela acara Musyawarah Daerah (Musda) V Soksi Yogyakarta bertema Melalui Konsolidasi Total, SOKSI Berjuang untuk Mensejahterakan Rakyat di Bantul (Sabtu, 10/10).

Untuk pendampingan UMKM, ungkap Misbakhun, Soksi akan membina dua UMKM di setiap provinsi, yang akan menjadi embrio bagi pembinaan selanjutnya. UMKM yang diusulkan Soksi akan diberikan pelatihan oleh Perum Jamkrindo dengan didampingi Bidang UMKMK Depinas Soksi untuk mempermudah akses ke perbankan.


Ia mengakui faktor pembiayaan merupakan kendala utama bagi pengusaha UMKM, terutama bagi pemula yang berasal dari golongan ekonomi lemah dan tidak mempunyai agunan. Namun, pada prinsipnya UMKM sebagai entitas bisnis yang dapat dimulai dengan modal kecil, akan mempunyai spirit yang sama untuk untuk mengembalikan pinjaman agar mendapat kepercayaan, dan membesarkan bisnis pada masa akan datang.

Di sisi lain, kata dia, daya tahan UMKM dalam berbagai situasi, merupakan nilai tambah yang tak dapat dibantah. Bagi Soksi, mendorong UMKM berarti mendorong ekonomi nasional. Misbakhun menegaskan, pekerjaan besar bagi Soksi untuk mendorong UMKM adalah koordinasidengan berbagai pihak, karena dukungan bagi UMKM tersedia dari berbagai arah, misalnya, program Kemitraan dan Bina Lingkungan maupun kemudahan fasilitas pembiayaan adalah sebagian dari dukungan tersebut.

"Selain juga, kader-kader Soksi yang ada di berbagai posisi mesti diberdayakan untuk mendukung UMKM. Yang lebih penting adalah konsistensi SOKSI untuk melakukan pendampingan," ungkap Misbakhun.

Terkait program akses informasi UMKM, Misbakhun mengatakan, pemberian informasi dan jaringan pasar, kemudahan akses pendanaan dan pendampingan serta peningkatan kapasitas teknologi informasi merupakan beberapa strategi peningkatan daya saing UMKM Indonesia. Menurutnya, mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Karena itu, penguasaan informasi adalah prasyarat penting agar dapat menguasai pasar.

Misbakhun berharap program Bidang UMKMK Depinas Soksi akan menjadi program kerja yang workable. Apabila pada setiap provinsi dapat didampingi dua UMKM hingga sampai pada tingkat keberhasilan optimal, maka kontribusi nyata Soksi pada perekonomian nasional akan dapat dirasakan.

"Tentu saja itu merupakan target minimal yang realistis. Dengan kerja lebih keras dan lebih cerdas, maka pencapaian yang lebih tinggi akan dapat diraih," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya