Berita

fadli zon/net

Bencana Asap Kian Parah karena Pemerintah Tak Serius

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 01:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎RMOL. Aparat di Kalimantan dan Sumatera  sudah bekerja keras untuk memadamkan titik api.

Namun api masih sulit dipadamkan karena berada di lahan gambut. Butuh air yang banyak untuk memadamkan sumber api. Dan karena itu, pemerintah pusat harus meningkatkan perhatiannya dalam mengatasi hal ini.  

‎"Ini menyangkut nyawa manusia dan tanggung jawab negara untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi warga negaranya," kata Fadli Zon dalam keterangan, Sabtu malam (10/10).‎  


‎Situasi di lapangan, kata Fadli, ya‎ng tengah mengunjungi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,‎ sudah sangat darurat. Karena itu juga, pemerintah harus segera tetapkan sebagai bencana nasional, sebab itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana asap.   

‎"Anggaran dan usaha yang diterjunkan pun bisa maksimal. ‎Penanganan yang tidak serius membuat masalah situasi semakin parah dan meresahkan negara tetangga," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya