Berita

ignasius jonan/net

Nusantara

Solidaritas Pilot Indonesia Sebut Pernyataan Menhub Tanpa Dasar

SABTU, 10 OKTOBER 2015 | 13:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Solidaritas Pilot Indonesia mengkritik pernyataan Menteri Perhubunan, Ignasius Jonan soal penyebab kecelakaan pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik maskapai Aviastar di Luwu, Sulawesi Selatan, tanpa dasar dan terlalu dini.

Pasalnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menginvestasi peristiwa yang menelan 10 orang korban meninggal dunia tersebut.

"Jika beliau menghormati azas-azas dan dasar-dasar keselamatan penerbangan yang selayaknya dilakukan oleh seorang pemangku kebijakan dan selaras dengan norma-norma keselamatan penerbangan di dunia, maka dalam membuat pernyataan harus berdasarkan data-data yang akurat," tulis Solidaritas Pilot Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu (10/10).


Dalam keterangan persnya di Lanud Hasanuddin Makassar, Senin (6/10) lalu, Menhub menyebut bahwa dugaan sementara pesawat Twin Otter Aviastar 7503 yang hilang kontak sejak Jumat (2/10) itu keluar dari rute terbangnya yakni Masamba-Makassar. Meski begitu, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum menentukan sanksi jika dugaan itu terbukti benar.

Pernyataan Menhub seperti itu dinilai para pilot melanggar azas keselamatan penerbangan. Selain itu berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat Tanah Air dan dunia terhadap industri penerbagan Indonesia. Imbasnya merugikan dunia penerbangan Indonesia.

Menhub terkesan tidak menghargai profesi-profesi yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan, terutama pilot Indonesia dan investigator KNKT.

"Maka dengan ini kami meminta agar pernyataan itu ditarik kembali oleh Menteri Perhubungan Indonesia," demikian isi pernyataan Solidaritas Pilot Indonesia.[wid]


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya