Berita

ilustrasi/net

Polri Harus Serius Urus Kejahatan Polisi Serang Kantor Polisi

JUMAT, 09 OKTOBER 2015 | 11:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mabes Polri harus berusaha keras menekan angka kejahatan polisi menyerang kantor polisi.

Sebab jika aksi polisi menyerang dan merusak kantor polisi dibiarkan, hal ini bisa mengganggu situasi Kamtibmas menjelang Pilkada Serentak Desember mendatang.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 9/10).


Neta pun mengecam keras peristiwa penyerangan dan perusakan kantor polisi yang dilakukan Brimob di Jalan Veteran, Kupang, NTT pada 7 Okt 2015 lalu.

IPW mencatat penyerangan dan perusakan terhadap kantor polisi atau fasilitas kepolisian lainnya terus menerus terjadi dan sepertinya sulit dihindari. Bahkan aksi penyerangan itu dilakukan oleh aparat kepolisian sendiri.

"Kasus penyerangan terhadap kantor polisi di NTT ini adalah kasus ke 11 di tahun 2015 ini. Sepanjang tahun 2015 ada dua peristiwa penyerangan kantor polisi yang dilakukan oleh brimob," ungkap Neta. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya