Berita

muhaimin iskandar/net

Cak Imin Gagal Fokus dan Salah Alamat

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 11:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kritikan Muhaimin Iskandar kepada Menteri Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menunjukkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut gagal fokus dan salah alamat.

"Seharusnya Cak Imin kontrol kinerja menteri yang berasal dari PKB dulu, sebelum memandang persoalan di seberang lautan. Kinerja tiga menteri PKB ada hasilnya tidak?" kata Direktur Eksekutif Aufklarung Center, Dahroni Agung Prasetyo, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberpa saat lalu (Rabu, 7/10).

Pernyataan Agung ini terkait dengan pernyataan Muhaimin bahwa perombakan sejumlah menteri di Kabinet tidak memberikan pengaruh yang signifikan di dalam mengatasi krisis ekonomi saat ini. Muhaimin juga menilai penunjukan Rizal Ramli sebagai Menko Maritim tidak membawa banyak perubahan. Muhaimin bahkan meminta kepada orang-orang yang diangkat menjadi menteri untuk tidak selalu banyak bicara sebelum melakukan tindakan yang konkrit.


Sementara tiga menteri PKB yang dimaksud adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri serta Menteri Desa PDTT Marwan Jafar.

Muhaimin, ungkap Agung, harus memastikan dulu apakah ketiga menterinya itu sudah sesuai dengan Nawacita Jokowi atau tidak. Ketiga menteri itu juga harus dipastikan memiliki kinerja terbaik yang membanggakan, atau membuat semacam terobosan yang berarti.

"Kalau ternyata menterinya datar-datar saja atau malah mengecewakan banyak pihak, lebih baik Cak Imin fokus bina dulu kadernya itu," tegas Agung.

Bahkan bila perlu, lanjut Agung, Muhaimin meminta kadernya untuk belajar dari Rizal Ramli yang melakukan banyak gebrakan dan membuat pemerintahan Jokowi-JK kian dinamis. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya