Berita

Kementerian Koperasi Minta Perushaaan Jepang Tak PHK Pekerja Indonesia

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 07:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kerjasama ekonomi antar kedua negara harus bersifat saling melengkapi. Artinya, produk yang tidak ada di negara yang satu akan diisi oleh produk asal negara lainnya.

"Dengan saling melengkapi itulah, kerjasama ekonomi antar dua negara bisa berjalan dengan baik. Terlebih lagi Indonesia yang berpenduduk 240 juta jiwa merupakan pasar potensial," kata Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, ketika menerima delegasi ekonomi dari Provinsi Toyama, Jepang, di Jakarta (Selasa, 6/10).

Kepada Gubernur Toyama Ryuichi Ishii, Agus menjelaskan bahwa jumlah UMKM di Indonesia mencapai 57,9 juta unit yang sebagian besar tergabung dalam Koperasi. "Sudah ada Nomor Induk Koperasi yang bisa diakses langsung via website resmi Kementrian Koperasi dan UKM," tukas Agus.


Dalam kesempatan yang sama, Agus juga berharap perusahaan Jepang di Indonesia, khususnya yang dari Toyama, tidak melakukan PHK meski kondisi ekonomi global tengah mengalami pelambatan. "Apalagi, Indonesia selama ini sudah menjadi pasar yang bagus bagi produk-produk manufaktur asal Jepang," tandas Agus.

Agus juga mengatakan bahwa di Indonesia ada yang namanya program magang bagi SDM di perusahaan-perusahaan Indonesia. "Saya pikir, ini kesempatan yang baik untuk program magang dan Bea siswa di Toyama, Jepang," ungkap Agus.

Terkait itu, Agus berharap‎, tahun depan ada kerjasama konkrit dalam pengembangan SDM Indonesia bisa magang di Jepang. "Misalnya, SDM kita dilatih di Jepang untuk bidang packaging produk UMKM yang masih menjadi kelemahan kita. Atau, pihak Jepang mendatangkan trainer ke Indonesia," demikian Agus. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya