Berita

fadli zon/net

Fadli Zon: DPR Perluas Instrumen Hukum Internasional untuk Melawan Korupsi

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 11:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Korupsi sudah menjadi isu global yang telah menghambat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat dunia.  Korupsi merupakan bentuk kejahatan yang merampas hak masyarakat.

"Grand Corruption adalah kejahatan yang merampas hal asasi manusia. Merampas hal rakyat untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan perlakuan yang sama," kata Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dalam pidato pembukaan 6th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption di Yogyakarta (Selasa, 6/10).

6th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption mengangkat tema Justice, Equality, Prosperity, diselenggarakan hari ini, Selasa 6 Oktober 2015 hingga Kamis, 8 Oktober 2015 di Yogyakarta, diikuti 70 negara dari berbagai region antara lain Australia, Saudi Arabia, Jordan, Turki, Malaysia, Kuwait, Ghana, dan Argentina.


Fadli pun mengatakan bila DPR, melalui forum Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), akan membangun dan memperluas instrumen hukum internasional sehingga dapat memberikan kewajiban bagi negara-negara di dunia untuk bekerja sama dalam melawan korupsi.

Sebagai Chairman of GOPAC Indonesia Chapter, Fadli menerangkan, dari catatan Bank Dunia, aliran dana keluar negeri dari aktivitas kriminal, termasuk korupsi, mencapai 1-1,5 triliun dolar AS pertahun. Sebagian besar berasal dari negara berkembang.

"Indonesia dalam forum GOPAC ini harus menjadi pemain kunci dalam pemberantasan korupsi. Mendorong untuk terciptanya mekanisme internasional untuk mengadili para pelaku grand corruption," demikian Fadli Zon. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya