Berita

Dimana LSM Lokal Berpijak di Tengah Perang Nabati?

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 08:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketika Non-governmental organization (NGO) asing digalang negara-negara Eropa dan Amerika Serikat untuk menyesatkan opini dan menghabisi sawit Indonesia dalam perang nabati, lalu dimana NGO lokal berpijak?

Demikian Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Maruli Gultom, membuka kembali perbincangan dalam keterangan Senin kemarin (5/10).‎‎

Maruli pun menyampaikan beberapa catatan kronologis. Suatu ketika, NGO lokal menggelar festival makanan tanpa sawit di Riau. Berapa lama kemudian, terdengar seorang menteri Kabinet Perancis mengumumkan bahwa dia tidak akan lagi mengkonsumsi cokelat merk tertentu karena mengandung bahan dari sawit.


"Ada kesamaan," ungkap Maruli. (Baca: RSPO Ingin Membunuh Industri Sawit Indonesia)

Pada tahun 2013, lanjut Maruli, Greenpeace, sebuah NGO Barat yang pernah diusir keluar dari Rusia dan India, menerima dana sebesar 1 juta dolar AS dari Climate Works Grant untuk membiayai proyek anti sawit Indonesia terkait deforestrasi.

"Berapa besar dana yang mereka raup untuk proyek lain di Indonesia? Siapa partner lokalnya?" tanya Maruli.

Pada tahun 2007 di Bali, Maruli melanjutkan, ia menyampaikan makalah, dan seorang aktivis NGO Barat menghampirinya serta marah-marah atas data dan fakta yang ia ungkapkan, serta kesimpulan yang ia sampaikan. Saat itu, Ketua NGO lokal penyelenggara seminar tersebut tertunduk diam ketika ia menatapnya.

"Saya menjadi tahu bahwa si Bule itulah sang Bos, sponsor seminar ini, dan menjadi sutradara yang merasa kecolongan dengan kehadiran saya sebagai pembicara," ungkap Maruli.

Saatnya kini, lanjut Maruli, semua pihak perlu  mencari tahu perihal pembiayaan kegiatan NGO lokal. Bila itu berasal dari NGO asing, maka sebaiknya negara menggantikan peranan tersebut melalui pembiayaan APBN.

"Tidak tertutup kemungkinan bahwa NGO lokal akan menolak. Mungkin karena jumlah rupiah yang ditawarkan lebih kecil dari yang mereka terima sekarang, ataupun dengan alasan demi independensi," ungkap Maruli.

Namun demikian, siapapun yang membiayainya, NGO lokal perlu diyakinkan bahwa tugas mulia mereka adalah mengawal industri nasional, sektor apapun itu, agar industri nasional tidak salah langkah, selalu berjalan di koridor yang benar. Sehingga industri nasional tidak lagi bisa dihujat, ataupun di sesatkan persepsi di mata dunia oleh NGO asing.  

"Di dalam kita boleh kelahi. Di luar harus bela Indonesia. Right or wrong, my country," tegas Maruli. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya