Berita

ilustrasi/net

RESHUFFLE KABINET

Relawan Jokowi Mulai Bergerak Selamatkan Bangsa

KAMIS, 06 AGUSTUS 2015 | 08:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para pendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2014 sudah mulai bergerak untuk melakukan langkah penyelamatan bangsa.

Demikian disampaikan aktivis pro-demokrasi yang juga Koordinator Gerakan Indonesia (GIB), Adhie M Massardi, beberapa saat lalu (Kamis, 6/8).

"Sesungguhnya, menyelamatkan bangsa jauh lebih penting dari menyelamatkan pemerintahan. Kalau bisa dua-duanya, ya syukur Alhamdulillah," ungkap Adhie.


Pernyataan Adhie ini terkait dengan langkah Relawan Jokowi yang tergabung dalam Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi. Dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih dan anggota Sidarto Danusubroto, Seknas mendesak Jokowi agar segera merombak kabinet, khususnya di bidang ekonomi.

Ketua Umum Seknas Jokowi, Muhammad Yamin, usai pertemuan di kantor Wantimpres, Jakarta, Rabu kemarin (5/8), mengatakan bahwa kinerja tim ekonomi Jokowi sangat buruk. Karena itu, Jokowi harus berani mengganti Menko Perekonomian Sofyan Djalil serta Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menurut Ketua Seknas Jokowi, Hilmi Fauzi, ada dua nama yang dibicarakan bisa menggantikan Sofyan Djalil, yaitu Rizal Ramli dan Darmin Nasution. Namun bila harus memilih di antara keduanya, Presiden Jokowi lebih baik memilih Rizal Ramli, yang merupakan arsitek ekonomi yang memahami serta selaras dan sejalan dengan Nawacita. Rizal Ramli pun terbukti memiliki gagasan yang kuat terkait dengan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kemandirian nasional.

"Kami mendorong Rizal Ramli," demikian Hilmi, yang merupakan Sekretaris Megawati Institute. [ysa]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya