Berita

Jazuli Juwaini/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

Fraksi PKS: Tiga Faktor Kenapa Muncul Calon Tunggal

KAMIS, 30 JULI 2015 | 16:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 15 daerah belum memenuhi syarat jumlah calon yang akan mengikuti Pilkada serentak pada 9 Desember 2015, 14 daerah hanya ada satu calon dan satu daerah sama sekali tidak ada. Atas alasan itu pula, pendaftaran calon peserta Pilkada diperpanjang 1 hingga 3 Agustus.

Setidaknya, ada tiga catatan dari Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengenai minimnya calon kepala daerah yang ingin maju dalam Pilkada serentak.

"Banyak faktor yang membuat peminat Pilkada menurun dibanding sebelum-belumnya. Pertama, lemahnya komunikasi politik sehingga melahirkan sulitnya mencari perahu partai yang mencukupi tuk maju," kata Jazuli saat dihubungi wartawan (Kamis, 30/7).


Prosedural teknis dalam UU dan peraturan yang ada terkait pencalonan perseorangan juga merupakan faktor penghambat ada calon lain maju. Dan faktor terakhir adalah kekuatan incumben yang terlampau besar membuat para kompetitor ciut. Kompetitor semakin ciut saat ada aturan yang mengharuskan setiap pejabat publik mengundurkan diri saat mencalonkan diri.

"Ketika tokoh lokal nggak ada yang berani, tokoh pusat pun enggan maju karena harus mundur. Karena harus mengorbankan posisi dari yang dia raih dengan susah payah menjadi anggota DPR. Sementara di Pilkada belum tentu menang. Jadi dia harus berpikir berkali-kali," paparnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya