Berita

foto:net

PILKADA KARAWANG 2015

Ruhut Sitompul Beberkan Alasan Demokrat Tak Calonkan Saan Mustopa

SENIN, 27 JULI 2015 | 13:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa serius dalam mencalonkan diri sebagai bupati Karawang pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Ia bahkan telah resmi mendaftarkan pencalonannya ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karawang, Minggu (26/7) kemarin.

Namun Saan tidak maju atas usungan partai yang menaunginya selama ini. Ia justru diusung oleh Golkar, Gerindra, NasDem. Sementara Demokrat lebih memilih mendukung calon petahana Cellica Nurrachadiana yang saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Karawang.

Menanggapi pencalonan yang tidak direstui tersebut, Koordinator Jurubicara Demokrat Ruhut Sitompul mengaku menghormati pilihan Saan. Meski di satu sisi, Ruhut meminta agar Saan tidak maju karena hanya memiliki elektabilitas kecil. Alasan itu juga yang membuat Demokrat lebih memilih menjagokan Cellica dibanding Saan.


"Sesama kader kita harus hormati walaupun kami sudah ketahui peluang menang ada di Cellica makanya kami lebih dukung dia," katanya saat dihubung wartawan sesaat lalu (Senin, 27/7).

Lebih lanjut, Ruhut tidak bisa memastikan mengenai pemberian sanksi dari Demokrat ke Saan. Pasalnya, loyalis Anas Urbaningrum itu belum tentu lolos verifikasi sebagai calon kepala daerah Karawang.

"Ya belum lah (diberikan sanksi). Kan belum tentu lolos. Verifikasi aja Agustus kan? Kalau sudah verifikasi kita serahkan keputusan ke Majelis Partai," tandasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya