Berita

wayang/net

Di Blora, MPR Jadikan Wayang Media Efektif Sosialisasi

JUMAT, 24 JULI 2015 | 23:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

MPR menyelenggarakan pagelaran seni budaya melalui pementasan wayang kulit sebagai salah satu bentuk sosialisasi nilai-nilai luhur bangsa yang terkandung dalam Pancasila di Alun-alun Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (24/7) malam. Metode sosialisasi ini diharapkan mudah dipahami dan tidak membosankan.

Pagelaran wayang kulit ini menampilkan dalang Ki Sigit Ariyanto yang membawa lakon "Wahyu Makutharama" dipadati warga masyarakat Blora. Pagelaran wayang kulit ini turut dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho dan jajaran pimpinan dan SKPD Kabupaten Blora. Dari MPR tampak hadir Ketua Kelompok DPD MPR RI Bambang Sadono, Ketua Fraksi Partai Demokrat untuk MPR RI Guntur Sasono, perwakilan Fraksi Partai Nasdem M. Fadholi , perwakilan Fraksi Partai Gerindra Sri Wulan, dan perwakilan dari Fraksi PKS M. Gamari.

Bambang Sadono yang mewakili pimpinan MPR mengatakan bahwa MPR memanfaatkan seni budaya wayang kulit sebagai media sosialisasi karena wayang merupakan seni budaya tradisional Indonesia yang tidak hanya sebagai tontonan tapi juga tuntunan dalam kehidupan masyarakat.


"Kegiatan wayang adalah bentuk kesenian yang lengkap, tak hanya ajaran tapi juga musik, drama, keterampilan pedalangan, hiburan," katanya sesaat sebelum menyerahkan tokoh Arjuna kepada dalang Ki Sigit Ariyanto sebagai pertanda dimulainya pagelaran wayang kulit ini.

Sementara lakon "Wahyu Makutharama" menurut Bambang bercerita tentang sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin agar menjadi panutan dan teladan bagi rakyat.

"Cerita ini mirip dengan Bung Karno ketika menggali Pancasila, menggali sifat-sifat kepemimpinan, yaitu Astra Brata. Dalam kondisi bangsa dan negara saat ini, cerita Wahyu Makutharama dapat dijadikan sebagai refleksi bagi setiap pemimpin apakah sudah mengamalkan dan melaksanakan ajaran Astra Brata demi mewujudkan janji-janji kebangsaan," kata Bambang yang juga ketua Badan Kajian MPR ini.

Bambang berharap pagelaran seni budaya ini dapat menjadi media yang efektif untuk membangun jati diri bangsa Indonesia dalam kerangka penguatan karakter dan kepribadian bangsa.

"Tentunya dijiwai nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata senator asal Jawa Tengah ini.

Lakon "Wahyu Makutharama" sendiri mengisahkan tentang pencarian mahkota yang diberinama Sri Batara Rama. Barangsiapa memiliki mahkota itu maka akan menjadi sakti dan kelak akan menurunkan raja-raja yang memerintah di Marcapada. Karena berkasiat menurunkan raja-raja, mahkota itu kemudian disebut sebagai "Wahyu Makutharama".

Ternyata, dalam pencarian mahkota itu, diketahui bahwa mahkota itu bukanlah berwujud benda, melainkan berupa ajaran luhur bagi seorang pemimpin. Ajaran luhur itu dinamakan Astra Brata (delapan prinsip kepemimpinan berlandaskan pada sifat-sifat alam). [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya