Berita

Hukum

Syafii Maarif dan Rekan Aktivis Diminta Stop Merengek Pencopotan Budi Waseso

KAMIS, 16 JULI 2015 | 22:25 WIB | LAPORAN:

. Penetapan dua komisioner Komisi Yudisial, Suparman Marzuki dan Taufiqurahman Sauri oleh Bareskrim Polri sudah tepat. Karenanya, salah besar jika belakangan kinerja Kabareskrim, Komjen Budi Waseso malah dianggap buruk.

"Bareskrim sudah dengan penuh percaya diri menangani perkaranya dan dilaksanakan profesional, cepat dan objektif. Tidak tepat jika kerja Budi Waseso dianggap buruk, apalagi menuduhnya mudah menjadikan kedua komisioner KY itu sebagai tersangka," jelas praktisi hukum, Marihot Siahaan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/9).

Menurutnya, publik seharusnya mengapresiasi dan mendorong terus agar Bareskrim dibawah Komjen Budi Waseso dapat juga dengan berani menyelesaikan kasus hukum lainnya yang ditangani Polri secara profesional.


"Misalnya kasus yang sudah mengendap selama bertahun-tahunan," sambungnya.

Langkah Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ketua KY Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurahman Sauri sebagai tersangka dengan sangkaan pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi menuai kritik dan protes, salah satunya mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafii Maarif. Dia menduga penetapan tersangka itu sebagai kriminalisasi lantaran mudah menjadikannya tersangka.

Maarif juga minta Polri melakukan reformasi dengan mengganti orang-orang yang terlihat ingin melemahkan instansi penegak hukum lainnya. Dia pun meminta Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Polri Badrodin Haiti untuk segera mengganti oknum-oknum tersebut.

"Kita menghormati bapak Syafii Maarif dan rekan-rekan aktivis lainnya, tapi sebaiknya segera berhenti merengek untuk minta Buwas di copot,” demikian Marihot. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya