Berita

Hukum

OC Kaligis Gak Ngelawan Pas Dijemput KPK

SELASA, 14 JULI 2015 | 19:57 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Pengacara kondang sekaligus politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), OC Kaligis (OCK) resmi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara kasus suap hakim PTUN Medan.

Sebelum mengumumkan proses penetapan tersangka, informasinya KPK sempat menjemput paksa OC Kaligis.

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua KPK sementara, Johan Budi SP. Kata dia, tim penyidik KPK menjemputnya di hotel mewah yang terletak  di bilangan Jakarta Pusat sekitar pukul 15.30 WIB tadi.


"Jadi tadi pak OCK ini dijemput di sebuah hotel di Lapangan Banteng. Di bawa ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB. Hotelnya itu terletak di dekat lapangan banteng," terang Johan dalam keterangan pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (14/7).

Dia jelaskan, informasi yang diterimanya dari penyidik, ketika dijemput OC Kaligis tidak melawan.

"Tadi pak OCK koperatif. Pas dijemputnya itu," puji Johan.

"Surat itu tentu kita ke kantornya pertama kali. Kemudian kita cari dan kita dapat informasi pak OCK berada di hotel di dekat lapangan banteng," tambahnya.

Oleh KPK, ayah dari artis Velove Vexia tersebut disangka melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Mengacu pada pasal diatas, OC Kaligis terancam pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp150 juta dan paling banyak Rp 750 juta. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya