Berita

marwan jafar

Menteri Marwan: Penguatan Ekonomi Desa Harus Berbasis Modal Sosial

SENIN, 22 JUNI 2015 | 20:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu fokus dari program kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. Namun, penguatan ekonomi desa yang dimaksudkan bukan hanya sekedar produksi sektor primer yang kerap kali menempatkan masyarakat desa sebagai subsistem.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan bahwa untuk menginisiasi kegiatan ekonomi yang mempunyai nilai tambah. Perlu adanya upaya untuk menciptakan kewirausahawan yang basisnya bukan hanya modal finansial tapi juga modal sosial.

"Misalnya kalau kita bicara desa wisata, kita bukan hanya sekedar bicara kekuatan modal saja, akan tetapi juga ada kekuatan sosial seperti gotong royong yang kita punyai sebagai identitas masyarakat Indonesia, itu harus menjadi nilai tambah," ujar  Menteri Marwan, kepada wartawan, Senin (22/6).


BUMDES, sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi yang diamanatkan UU Desa, menurut Marwan tidak harus melulu menyantuni kepentingan yang bersifat ekonomi, tapi ada aspek-aspek sosial yang perlu dipenuhi.

"Sehingga keberadaan BUMDES itu menjadi relevan dalam konteks sosial masyarakat desa," imbuh Marwan seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

BUMDES sebagai instrumen koorporasi dalam instrumen ekonomi di pedesaan, harus tetap meletakkan modal sosial masyarakat sebagai yang utama.

"Dengan seperti itu, jika meletakkan modal sosial sebagai yang utama, BUMDES tidak akan menimbulkan konflik kepentingan di tengah masyarakat. Kalau melulu hanya bertujuan mengumpulkan  modal finansial, BUMDES akan susah bertahan di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya