Berita

bambang brodjonegoro/net

PDIP Apresiasi Kerja Keras Bambang Brodjonegoro

RABU, 17 JUNI 2015 | 08:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan DPR dan tokoh aktivis Gerakan Indonesia Bersih berpendapat, beban pemerintah Jokowi-JK kini semakin berat akibat adanya "bom waktu" berupa legacy dari pemerintahan SBY berupa quarto deficit, yaitu  defisit neraca perdagangan sebesar 6 miliar dolar AS, defisit neraca pembayaran 9,8 miliar dolar AS, defisit balance of payments 6,6 miliar dolar AS pada Q1-2013, dan defisit APBN plus utang lebih dari Rp 2.100 triliun.

Anggota Fraksi PDIP DPR RI dari Komisi XI yang antara lain membidangi masalah keuangan negara, perencanaan dan pembangunan nasional Andreas Eddy Susetyo menegaskan meskipun demikian dalam kondisi perekonomian nasional seperti saat ini Jokowi-JK beruntung karena Menteri ekonomi banyak melakukan terobosan yang menumbuhkan optimisme.

"Misalnya, Menkeu, dia sudah melakukan stimulus fiskal, tinggal tantangannya adalah masalah penyerapan. Dalam stimulus fiskal ini, pertama adalah akselerasi eksekusi pembelanjaan modal pemerintah secara cepat," katanya kepada wartawan di Gedung DPR Senayan.


Yang kedua, lanjutnya, Menkeu Bambang Brodjonegoro terus mendorong upaya peningkatan daya beli masyarakat melalui program-program yang dapat langsung dirasakan oleh misalnya Dana Desa, untuk membuka lapangan kerja.

Sementara itu Kordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi menyatakan, pada saat kampanye Pilpres yang lalu pasangan Jokowi-JK merasa seperti pasangan superhero Batman & Robin, bahkan dengan konsep Nawa Cita dan Tri Sakti seperti akan sanggup menjinakkan "bom waktu"’ yang merupakan legacy pemerintahan SBY, termasuk legacy para Menkeu-nya SBY.

"Tapi kenapa setelah jadi presiden dan jadi wakil presiden seperti menghindari masalah ini," ujar Adhie.

Melanjutkan pernyataannya anggota Fraksi PDIP DPR Andreas Eddy Susetyo menambahkan, siklus ekonomi nasional saat ini memang sedang menurun, intinya karena terjadinya penurunan harga komoditas, akibatnya ekspor kita menurun dan ini berimbas pada transaksi berjalan kita, demikian juga dengan penurunan impor.

"Jadi sekarang ini kita masih dalam transisi. Tapi antara lain infrastruktur segera kita beresi karena akan meningkatkan daya saing kita. Ibaratnya sekarang kita seperti minum jamu pahit, tetapi itu obat. Daya beli masyarakat bawah harus dibantu dan saya kira salah satu fokus Menteri menteri ekonomi Jokowi adalah tentang ini," kata Andreas.

Dia juga menekankan,  kondisi ekonomi global memang sedang kurang menguntungkan akibat penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, karena  ekonomi Amerika menguat maka ada pembalikan modal ke Amerika. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya