Berita

joko widodo-megawati/net

Politik

PROYEK E-GOVERNMENT

Jokowi, Apa Mau Dicap sebagai Penjual Negara seperti Mega?

RABU, 17 JUNI 2015 | 02:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo diminta untuk tidak ragu mendepak Rini Soemarno dari kabinet karena telah melakukan pengkhianatan terhadap negara.

Permintaan tersebut disampaikan Sekjen FSP BUMN Bersatu, Tri Sasono dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/6).
 
Pengkhianatan yang dilakukan Rini adalah membangun backbone pusat data E-Government di Singapura. Dengan langkah ini, Indonesia akan mudah ditelanjangi karena data informasi dari seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia yang mengunakan saluran Komunikasi IT  baik yang bersifat high content secret maupun yang umum, bisa diketahui dengan mudah oleh pihak Singapura.


"Jika terus mempertahankan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN, maka Jokowi akan bernasib sama seperti Megawati. Akibat kebijakan Laksamana Sukardi (Menteri BUMN era Megawati) menjual Indosat ke Singapura, Megawati pun dianggap sebagai penjual aset negara," papar Tri Sasono.

Menurut Tri Sasono, Jokowi tidak boleh membiarkan tindakan Menteri BUMN Rini Soemarno yang membangun pusat data e-goverment di Singapura. Menurut dia, tindakan Rini sama saja menjual rahasia negara yang dilakukan secara legal melalui mekanisme bisnis.

"Kami ingatkan Jokowi agar segera membatalkan rencana itu. Kalau tidak, Jokowi sebagai bossnya Rini, juga akan dianggap sebagai pengkhianat," tukasnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya