Berita

Politik

Indonesia Harus Kembangkan Seni Budaya

SENIN, 25 MEI 2015 | 16:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Indonesia memiliki potensi seni budaya yang sangat tinggi. Namun, kekayaan dan keragaman potensi seni budaya yang ada belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terbukti, hingga kini  masih banyak seniman yang terpaksa hidup secara pas-pasan.

Kondisi tersebut patut disayangkan. Di berbagai negara, seni dan budaya sudah dieksploitasi sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat. Contoh seperti itu antara lain bisa ditemukan di Korea dan India.

Pernyataan itu disampaikan Krisna Mukti,  anggota F PKB MPR RI ketika menyampaikan pemikirannya  pada acara Seminar Kebangsaan, Kajian Tentang Hubungan Pilar Kebangsaan Dengan Aspek Ketatanegaraan dan Ekonomi, yang berlangsung di Ball room Hotel Aryaduta, Pekan Baru Provinsi Riau, Senin (25/5).


Seminar Kebangsaan hasil kerjasama MPR RI dengan Yayasan Garda Bangsa  Pekanbaru, ini mengetengahkan tema  Mengokohkan Indonesia Untuk Terwujudnya Rakyat Sejahtera.

Selain Krisna Mukti seminar kebangsaan juga menghadirkan empat pembicara yang lain. Yaitu  Lukman Edy, anggota FPKB MPR RI,  Yanuar Prihatin,  anggota FPKB MPR RI, M. Asril Anas anggota DPD RI dan Abdul Wahid Ketua DPW PKB Provinsi Riau.

Di Korea menurut Krisna Mukti pemerintah sangat mendukung berkembangnya K Pop. Akibatnya kesenian korea itu berkembang sangat pesat hingga ke luar negeri. Bahkan K Pop mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Korea hingga  30 persen. Demikian pula seni budaya di India.

"Banyak wisatawan yang berkunjung ke Korea untuk menyaksikan K Pop secara langsung, dan itu membuat pariwisata Korea berkembang pesat", kata Krisna Mukti menambahkan.

Karena itu menurut Krisna Mukti, ke depan Indonesia harus mengembangkan potensi seni budayanya secara baik. Apalagi, keberadaan seni budaya tidak akan pernah habis, seperti pada pengelolaan gas dan minyak bumi. Terlebih  jelang pelaksanaan masyarakat ekonomi Asean akhir 2015 nanti.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya