Berita

said zainal abidin/net

Selain ICW, Prof. Romli Akan Laporkan Mantan Penasihat KPK ke Bareskrim

KAMIS, 21 MEI 2015 | 08:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Selain anggota Indonesia Corruption Watch (ICW), pihak yang akan dilaporkan Prof. Romli Atmasasmita ke kepolisian adalah mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Said Zainal Abidin.

Pakar hukum pidana dari Universitas Padjajaran itu akan melaporkan Said atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Iya , dia (Said Zainal) juga (akan dilaporkan)," kata Romli saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/5) malam.


Di dalam pemberitaan, Said menyatakan Romli memiliki konflik kepentingan sehingga pencalonan Romli sebagai anggota panitia seleksi pimpinan KPK perlu dibatalkan. Said menuduh Romli memiliki konflik kepentingan karena rekam jejaknya pernah menjadi saksi ahli dalam sidang praperadilan Budi Gunawan.

Selain Romli, tuduhan serupa disampaikan Said terhadap ahli tata negara Margarito Kamis. Putusan sidang dimana Romli dan Margarito menjadi saksi ahli tersebut, status tersangka Budi Gunawan kemudian dibatalkan pengadilan.

Atas pernyataan Said tersebut, Romli yang merupakan salah seorang perancang Undang-Undang KPK akan mengadukannya ke Bareskrim Polri pada Kamis (21/5) siang ini. Kliping pemberitaan yang memuat pernyataan bernada pencemaran nama baik oleh Said sudah dipersiapkan sebagai bukti pelaporan.

Sebelumnya diberitakan, Romli akan melaporkan beberapa anggota ICW ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Sama seperti tuduhan Said, Romli tak terima disebut ICW sebagai orang yang tak berintegritas dan diragukan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi karena menjadi saksi ahli di sidang Budi Gunawan. Oleh karena itu ICW mendesak Presiden Jokowi mempertimbangkan nama Romli masuk dalam susunan anggota Pansel KPK.

"Memangnya saya koruptor, saya residivis? Karena saya jadi saksi terus saya dibilang pro koruptor, saya punya konflik kepentingan? Kok maen tembak aja," ujarnya.

Tudingan terhadap Romli dimunculkan ICW dan Said terkait namanya yang disebut-sebut masuk dalam radar pemerintah untuk menjadi calon anggota pansel KPK. Romli sendiri mengaku hingga saat ini dirinya tak punya urusan dengan pansel KPK.

"Mereka tahu dari mana? Saya belum dihubungi Istana, saya belum diminta Istana jadi pansel. Jangan sok-sokan lah!" demikian Romli.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya