Berita

Politik

Jokowi, Jangan Panik dengan Gerakan 20 Mei!

RABU, 20 MEI 2015 | 00:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Labor Institute Indonesia atau Institute Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan mengingatkan Presiden Joko Widodo tak perlu risau dengan gerakan aksi 20 Mei.

"Kami menyarankan agar pemerintahan Jokowi tidak panik dengan aksi tersebut," ujar Analisis Ekonomi dan Politik Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Rencananya, berbagai elemen masyarakat terutama organisasi mahasiswa, buruh, tani, nelayan dan LSM akan tumpah ruah untuk melakukan aksi bertepatan dengan 17 tahun reformasi itu. Aksi akan digelar di depan Istana Negara dan di berbagai tempat di Indonesia.


Justru, kata Andy, Jokowi dapat menjadikan aksi tersebut sebagai media untuk mendengar aspirasi rakyat yang menginginkan adanya upaya perbaikan kesejahteraan rakyat, penegakkan hukum dan penghormatan akan hak azasi manusia.

"Bisa saja Jokowi membuka diri untuk menerima perwakilan para demonstran besok di Istana guna menyerap aspirasi para demonstran," kata Andy menyarankan.

Dari data yang dihimpun di lapangan, beberapa tuntutan yang akan diusung dalam gerakan aksi 20 Mei tahun ini adalah mendesak Jokowi agar menuntaskan citaâ€"cita reformasi, yakni mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih di segala lini, bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pemerataan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan menurunkan hargaâ€"harga bahan pokok yang saat ini sangat membebani rakyat.

Selain itu aksi tersebut bertujuan mengingatkan Jokowi untuk tidak tersandera dengan transaksi politik dari partai politik pengusung dalam Pilpres yang lalu, yang menyandera Jokowi dalam menjalankan pemerintahan.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya