Berita

nasir djamill/net

Dunia

Mendesak, DPR Ambil Langkah Politik Tangani Pengungsi Rohingya

SELASA, 19 MEI 2015 | 03:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

DPR Perlu Segera Ambil Langkah Politik Tangani Pengungsi Rohingya

RMOL. Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengusulkan agar DPR segera mengambil langkah politik terkait pengungsi muslim Rohingya yang saat ini singgah di Aceh.

"Langkah politik ini dimaksudkan agar Pemerintah Myanmar segera mengakhiri konflik sektarian di wilayahnya, dan mengembalikan hak warga negaranya yang saat ini menjadi pengungsi di Indonesia" ungkap Nasir dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (18/5).


Nasir menilai posisi tawar Indonesia cukup lemah untuk memutuskan bentuk penanganan terhadap pengungsi Rohingya. Hal ini mengingat Indonesia sampai saat ini belum meratifikasi konvensi internasional Wina tahun 1951 dan Protokol tahun 1967 Tentang Status Pengungsi.

Menurutnya, DPR perlu membentuk tim untuk menilai kesiapan Pemerintah serta melakukan kajian secara mendalam mengenai manfaat dan kendala yang akan dihadapi apabila meratifikasi konvensi internasional 1951 dan protokol 1967 Tentang Status Pengungsi.

"Ketidakmampuan Indonesia untuk bergerak leluasa dalam menyelesaikan permasalahan pengungsi,mengakibatkan Indonesia mudah di intervensi pihak luar dan penganganan pengungsi tidak efektif dan tidak memberikan kepastian hukum terhadap pengungsi," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan selama masa reses sidang ketiga, Nasir mengatakan adanya keterbatasan sarana dan prasarana pemerintah untuk memberikan tempat singgah sementara bagi pengungsi sembari menunggu proses pendataan dan hasil penilaian dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan juga lemahnya pengawasan Pemerintah.

"Kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan,bahkan sebagian besar adalah perempuan, anak-anak dan lansia, sehingga perlu penanganan cepat untuk memulihkan kondisi mereka setelah melalui perjalanan panjang di laut," paparnya.

Namun demikian, Nasir memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas respon kemanusiaan yang diberikan Pemda Aceh terhadap para pengungsi Rohingya di tengah penolakan negara-negara tetangga.

"Pemerintah Aceh telah menunjukan sikap kemanusiaan yang tegas dan menjadi cerminan negara Indonesia sesungguhnya dalam memenuhi hak asasi manusia setiap orang sebagaimana tercantum dalam konstitusi," katanya.

Untuk itu, Nasir meminta DPR untuk segera memanggil Pemerintah terkait langkah dan strategi merespon masifnya jumlah pengungsi dan pencari suaka yang masuk ke Indonesia, yang menurut data UNHCR telah mencapai angka 11.715 orang pada Februari 2014.

"Pemerintah perlu menyampaikan langkah dan strategi apa yang telah dan akan dilakukan dalam menangani masalah pengungsi yang diperkirakan akan meningkat terus seiring meningkatnya eskalasi konflik yang terjadi di Myanmar," tukasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya