Berita

ilustrasi/net

Politik

Naik Lagi, Piye Pak Jokowi?

KAMIS, 14 MEI 2015 | 22:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan kembali naik terhitung mulai Jumat (15/5) pukul 00.00 nanti.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Pertamina Region III, harga Pertamax yang semula dibanderol Rp 8.800 naik menjadi Rp 9.600 per liter. Sedangkan Pertamax Plus naik dari Rp 10.050 per liter menjadi Rp 10.550.

Untuk Pertamina Dex yang semula dijual dengan harga Rp 11.900 per liter bakal naik menjadi Rp 12.200 per liter.


Kebijakan penaikan harga ini menyebar dengan cepat di dunia maya. Kebanyakan netizen berkicau kaget.

"Wah, BBM mau naik lagi?" tulis Naomi Asyma, pemilik akun twitter @naomiasyma. Zico Mulia di @novle_zico menulis, "OMG (Oh my god), BBM naik lagi mulai tengah malam nanti."

Netizen mempertanyakan kebijakan penaikan harga penaikan ini. Sebab belum setahun usia pemerintahan Jokowi, bbm sudah naik beberapa kali.

"Yang bener aja pak Presiden," keluh Idha di akun @idhaciicuuiitt. "BBM nanti malam naik lagi gan... piyeee (gimana)?" kicau Rohul Hebat di @AbasHarmoni. "Cieee.... bbm naik lagi cieeee...." sindir Ali Mukhith pemilik akun @AMukhith.

Sigit E Susilo di @AgrPro mempertanyakan kenapa harga bbm non subsidi dinaikan padahal baru-baru ini pemerintah membubarkan Petral. Ramai disebut-sebut Petral merupakan tempat mafia BBM, dimana mereka meraup untung banyak dari bisnis BBM di Indonesia.

"BBM bakal naik lagi tengah malam nanti... padahal Petral sudah dibubarkan, harusnya lebih efisien *podho wae," kicau dia.

Selain itu, Netizen tak habis pikir di era Jokowi harga BBM naik turun dengan cepat. Akibat kenaikan harga BBM, harga sembako ikut naik. Tapi ketika harga BBM turun, harga-harga sembako tidak ikut turun. Mereka pun menyerukan agar segera ada perubahan pemerintahan.

"BBM jaman jokowi, kok jadi bikin pusing rakyat... semoga cepat berakhir," kicau @asep_trimer. "Rakyat bergeraklah," tulis A.B. Pinem di @Arif_Budiman04.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya