Berita

joko widodo/net

Politik

Ini Alasan Terbaru Jokowi Harus Copot Menteri Ekonomi

SENIN, 04 MEI 2015 | 22:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kekecewaan rakyat yang semakin memuncak terhadap pemerintahan Joko Widodo salah satunya disebabkan berbagai persoalan di sektor ekonomi. Sejurus itu, desakan agar Jokowi mereshuffle menteri-menteri di bidang ekonomi pun nyaring disuarakan.

Desakan agar Presiden Joko Widodo mereshuffle menteri-menteri di bidang ekonomi nampaknya cukup beralasan. Menteri-menteri ekonomi terbukti tidak cakap membuat kebijakan ekonomi. Bukti terbaru adalah, anjloknya kinerja pasar saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 6,4 persen dalam seminggu sejak 27 hingga 30 April 2015. Memang anjloknya IHSG ini dipicu aksi jual investor asing dengan penjualan bersih Rp 7,1 triliun pada periode tersebut, namun faktor penyebab utamanya adalah karena memburuknya data keuangan hampir seluruh perusahaan publik yang melantai di pasar bursa.


Data keuangan kuartal I 2015 yang dihimpun redaksi menunjukkan banyak perusahaan publik mengalami penurunan laba bersih yang signifikan dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini terjadi seiring menurunnya tingkat penjualan menyusul melemahnya daya konsumsi domestik. Penjualan semen, misalnya, turun 3,3 persen, penjualan mobil turun 15 persen, penjualan motor turun 19 persen, penjualan properti turun 50 persen, dan ekspor turun 11,67 persen.

Masalah lainnya, jumlah perusahaan publik yang mengalami penurunan laba bersih jauh lebih banyak dari perusahaan yang mengalami peningkatan laba bersih. Diantara perusahaan publik yang membukukan penurunan laba bersih misalnya, Adhi Karya sebesar 34,5%, Adaro turun 55%, Astra Internasional, turun 15,64%, Holcim turun 89,78%, Timah turun 120,1%, dan Bank CIMB turun 92,4%.

Akankah Presiden Jokowi mempertahankan menteri-menteri ekonominya yang sudah terbukti gagal? Konstitusi mengatur bahwa mengangkat dan memberhentikan menteri adalah hak prerogatif presiden. Jadi sebaiknya kita tunggu apa sikap yang akan dipilih Jokowi. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya